Ketua DPRD Bangka Tak Setuju Perairan Rebo Ditambang
Ketua DPRD Kabupaten Bangka, Parulian mengatakan bahwa dirinya tidak setuju terkait Kapal Isap Produksi yang beroperasi di perairan Rebo Sungailiat
Penulis: Riki Pratama | Editor: Evan Saputra
Ketua DPRD Bangka Tak Setuju Perairan Rebo Ditambang
BANGKAPOS.COM, BANGKA - Ketua DPRD Kabupaten Bangka, Parulian mengatakan bahwa dirinya tidak setuju terkait Kapal Isap Produksi yang beroperasi di perairan Rebo Sungailiat.
Menurutnya warga yang sebagian besar nelayan di wilayah tersebut masih bergantung dengan hasil dari laut.
"Kita baru akan menyurati ke pertambangan mempertanyakan amdal dan lain lain, memang secara dari awal kenapa Belitung bisa menolak kapal isap kenapa kita tidak, jadi saya pikir jangan cuman mengatakan tolak, harus sepakat sama sama, di Belitung bisa kenapa kita tidak, kita tidak setuju KIP di Rebo, hidup masyarakat nelayan dari hasil laut karena mereka mengeluh,"ungkap Ketua DPRD Kabupaten Bangka, Parulian, pada Selasa (2/7/2019).
Parulian, mengatakan pihak DPRD tidak pernah melarang Investor di manapun, tetapi perhatikan kondisi masyarakat, selama ini tetap aman, berapa banyak kapal isap, terus berjalan selagi tidak ada konflik di masyarakat.
"Untuk pertambangan ini semua kewenangan ada di Provinsi, walau kita selalu kita didatangin masyarakat bukan kita memberikan izin ,izin pertambangan ada di Provinsi, ada masyarakat datang kita menerima aspirasi yang disampaikan,"lanjutnya.
Ia menambahkan, bahwa pendapatan dari sektor tambang juga tidak begitu besar terhadap pendapatan daerah.
"Siapa bilang inkam besar, tanya di dinas pendapatan berapa persen si ini, berapa kita dapatkan dari pertambangan, PAD dari pertambangan dari royalti bukan bagi hasil. Tiga persen dari laba bersih bukan bagi hasil, di berikan ke Provinsi, Provinsi bagi bagi lagi,"tukasnya. (Bangkapos.com/Riki Pratama)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bangka/foto/bank/originals/ketua-dprd-bangka-parulian-weww.jpg)