Berita Pangkalpinang

Pilkada Empat Kabupaten di Babel Akan Jadi Uji Tangguh bagi Mesin Parpol PDIP

KPU berencana melaksakan Pilkada Serentak pada 23 September 2020 dan tahapannya diperkirakan sudah dimulai September 2019 ini.

Pilkada Empat Kabupaten di Babel Akan Jadi Uji Tangguh bagi Mesin Parpol PDIP
bangkapos.com/teddy malaka
Dr Ibrahim

BANGKAPOS.COM-- Setelah Pemilu 2019, lanjut ke pilkada serentak 2020. KPU berencana melaksakan pilkada serentak pada 23 September 2020 dan tahapannya diperkirakan sudah dimulai September 2019 ini.

Ada 270 daerah yang bakal ikut hajatan Pilkada Serentak 2020. Empat di antaranya adalah empat kabupaten di Babel, masing-masing Kabupaten Bangka Selatan, Bangka Tengah, Bangka Barat, dan Kabupaten Belitung Timur. 

Dosen Ilmu Politik UBB Ibrahim menjelaskan, satu tahun sebenarnya adalah waktu yang terbilang sempit untuk mempersiapkan diri untuk maju dalam Pilkada. Bagi petahana, kampanye dengan cara masing-masing sebetulnya sudah berjalan lebih dulu. 

"Incumbent selalu banyak diuntungkan dalam hampir setiap hajatan elektoral," kata Ibrahim kepada bangkapos.com, Selasa (2/7).

Meski demikian, setidaknya Ibrahim membagi dua peluang besar dalam pilkada. Pertama, pilkada akan menguntungkan para incumbent sejauh ia mampu memanfaatkan sumber daya selama menjabat sebagai mesin politik efektif. 

Kedua, Ibrahim melihat, bahwa para penantang yang mampu membangun brand 'berbeda' dan memiliki mesin politik yang kuat akan memiliki kans untuk menantang.  

"Banyak incumbet tumbang karena terlalu percaya diri pada kapasitasnya sebagai kepala daerah yang menganggap sudah berjasa dan banyak bersentuhan dengan para pemilih. Bagaimanapun, meski incumbent, mesin politik harus terus dikondisikan agar tidak kehilangan energi ketika perang terjadi," ungkapnya. 

Menurut dia, narasi politik belakangan memang susah bertumpu pada satu titik teori. Artinya, teori pada satu kondisi bisa aplikatif, namun pada sisi lain bisa berbeda. 

Ada banyak penjelas sebetulnya mengapa seseorang bisa menang dan mengapa bisa kalah. Ada banyak komponen yang mempengaruhi konteks dilapangan. 

"Semua komponen ini, menyangkut konstruksi citra kandidat, tim sukses, tim pencitraan, tim black campaign, dukungan pendanaan, dukungan kapasitas individual, dan sampai pada kultur pemilih menjadi faktor yang harus diperhatikan," jelas Ibrahim.

Halaman
12
Penulis: Dedi Qurniawan
Editor: nurhayati
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved