VIDEO: Kuren Tetap Bertahan Walau Harga Lada Anjlok

Walau harga lada di Pulau Bangka sedang anjlok, sekitar Rp 48.000 perkg, namun M Faizal alias Kuren (36), tetap bertahan. Ayah beranak tiga yang

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Walau harga lada di Pulau Bangka sedang anjlok, sekitar Rp 48.000 perkg, namun M Faizal alias Kuren (36), tetap bertahan.  Ayah beranak tiga yang berdomisili di Desa Cit Kecamatan Riausilip Bangka itu tetap merawat tanaman di kebunnya.

Ditemui Bangka Pos, Selasa (2/7/2019) petang, Kuren mengatakan, anjloknya harga lada membuat petani lokal menjerit.

Namun ia tak peduli pada terpuruknya komoditi lokal tersebut. "Saya tetap pelihara kebun lada," katanya. 

Untungnya, pohon lada yang ia pelihara berbuah lebat. Dalam satu pohon produksi diperkirakan minimal 1,5 Kg butiran lada kering. Bahkan pada pohon yang berbuah lebat, produksi perpohon bisa mencapai 3 Kg atau lebih.

"Saat ini kendala yang dihadapi, selain harga anjlok, hanya sekitar Rp 48.000 perkg. Kendala lain, pohon lada sering mati karena penyakit kuning. Itu yang dihadapi petani," katanya.

Wanda (40), teman Kuren, sesama petani lada di Dwsa Cit, ditemui pada kesempatan yang sama, Selasa (2/7/2019) mengatakan hal senada.

"Oleh karena itu, pemerintah seharusnya mencari solusi, bagaimana agar harga lada meningkat kembali," pinta Wanda.

(bangka pos/ferylaskari)

Penulis: ferylaskari
Editor: khamelia
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved