Berita Sungailiat

Begini Kronologis Lima Pekerja Tambang Diseret Gelombang, Dua Tewas

Kasus lima pekerja tambang timah (TI Apung) diseret gelombang Perairan Batuampar Merawang Bangka, Selasa (2/7/2019) petang

Begini Kronologis Lima Pekerja Tambang Diseret Gelombang, Dua Tewas
Ist/Humas Basarnas Babel, Rizki
Evakuasi Jasat Suyatno dan Nazar oleh Tim SAR gabungan di Perairan Pantai Batuampar Merawang Bangka, Rabu (3/7/2019). 

BANGKA POS.COM-- Kasus lima pekerja tambang timah (TI Apung) diseret gelombang Perairan Batuampar Merawang Bangka, Selasa (2/7/2019) petang, menimbulkan berbagai kisah. Berikut kronologis kejadian pasca penemuan mayat dua di antara lima pekerja yang dimaksud, Rabu (3/7/2019).

Kronologi Kejadiaan berawal pada Hari Selasa, Tangggal 2 Juli 2019, sekitar Pukul 16.00 WIB. Saat itu lima orang pekerja tambang timah inkonvesional masing-masing, Suyatno (44), Doyok (49), Nazar (25), Karnata (48) dan Feri (35). Kelima pekerja ini baru saja selesai bekerja di ponton apung tengah laut, dan turun dari ponton berjalan kaki dalam air, bermaksud menuju pantai.

"Mereka dalam perjalanan pulang dengan berjalan kaki melalui air laut sedalam lebih kurang 1,5 meter dari ponton menuju pinggir pantai sehabis bekerja. Tapi tiba-tiba kelima korban diterjang ombak besar dan terbawa ke lubang bekas galian tambang Inkonvesional ( Camui )," kata Kapolres Bangka AKBP Budi Arianto diwakili Kasat Polair AKP Elpiadi, Rabu (3/7/2019).

Lima orang hanyut, namun tiga di antaranya berhasil berenang menyelamatkan diri ke tepi pantai. Sedangkan dua di antaranya, Suyatno dan Nazar menghilang. "Tiga orang korban selamat atas nama Doyok, Karnata dan Feri. Sedangkan dua teman mereka tidak bisa menyelamatkan diri sehingga terbawa arus gelombang dan dinyatakan hilang," kata kasat, Rabu (3/7/2019) mengulas insiden sehari sebelumnya, Selasa (2/7/2019) petang.

Ketika itu teman-teman korban berusaha mencari kedua temannya yang belum ditemukan hingga malam hari, Selasa (2/7/2019) malam. Sementara itu menurut informasi kedua korban tidak bisa berenang sehingga tak bisa menyelamatkan diri saat diterjang ombak besar.

Kemudian Tim TRC BPBD Propinsi Babel mendapat informasi kejadian tersebut pada pukul 19.30 WIB dan langsung persiapan peralatan guna untuk melakukan operasi pencarian pada pukul 20.00 WIB. Tim TRC BPBD berkoordinasi bersama rekan korban yang selamat dan dilanjutkan proses pencarian melalui penyisiran darat di tepi pantai hingga dinihari.

Sementara keesokan harinya, Rabu (3/7/2019) sekitar pukul 05.30 WIB pencarian dilakukan oleh Tim SAR gabungan beserta masyarakat. Pencarian dilakukan pada titik lokasi pertama korban tenggelam. "Hasilnya pada pukul 06.30 WIB, korban atas nama Suyatno ditemukan dalam kondisi mengapung di permukaan dan satu korban lagi atas nama Nazar ditemukan tidak jauh dari tempat korban Suyatno. Kondisi Nazar ditemukan bekisar 20 meter dalam posisi masih tenggelam karena kakinya masih tertancap di lumpur," jelas kasat. (Baca edisi sebelumnya, soal evakuasi korban).

Jenazah kedua korban langsung dibawa ke RSUD Depati Bahrin Sungailiat Bangka dan dinyatakan dalam kondisi meninggal dunia.

Setelah dilakukan identifikasi oleh Unit Identifikasi Polres Bangka dan dilakukan visum, jenazah korban Suyatno dibawa ke Merawang untuk dimakamkan oleh pihak keluarganya. Sedangkan jenazah atas nama Nazar dibawa ke Lampung, daerah asalnya," jelas Kasat. (Bangkapos.com/Fery Laskari)

Penulis: ferylaskari
Editor: nurhayati
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved