Berita Pangkalpinang

Kota Pangkalpinang Diharapkan Zero Conflict Keagamaan

Kemenag Kota Pangkalpinang, H Abdul Rohim mengatakan semua elemen masyarakat menginginkan Kota Pangkalpinang menjadi Zero Conflict

Kota Pangkalpinang Diharapkan Zero Conflict Keagamaan
Bangkapos/Edwardi
H Abdul Rohim (tengah) 

BANGKAPOS.COM -- Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kota Pangkalpinang, H Abdul Rohim mengatakan semua elemen masyarakat menginginkan Kota Pangkalpinang menjadi Zero Conflict, artinya tidak ada konflik apapun yang terjadi di Kota Pangkalpinang terkait masalah keagamaan.

“Pangkalpinang ini termasuk wilayah kota, masyarakat dan tingkat pendidikannya sudah cukup maju sehingga tidak mudah untuk terprovokasi. Maka dialog lintas agama yang digelar hari ini juga bertujuan untuk memantapkan dan menyatukan visi misi kita bahwa di Pangkalpinang ini jangan sampai ada konflik keagamaan,” kata Abdul Rohim saat kegiatan Dialog Lintas Agama Tingkat Kecamatan se-Kota Pangkalpinang di Hotel Bumi Asih Pangkalpinang, Rabu (03/07/2019).

Abdul Rohim mengungkapkan kegiatan dialog lintas agama seperti ini memang rutin digelar Kantor Kemenag Kota Pangkalpinang setiap tahun, baik untuk tingkat Kecamatan maupun tingkat kota.

“Di Kota Pangkalpinang ini kita hidup dalam masyarakat yang heterogen (berbeda-beda) dalam hal agama yang dianut. Dalam satu Kelurahan atau Kecamatan saja, ada beberapa agama yang dianut oleh masyarakatnya. Sehingga kegiatan dialog seperti ini sangat penting dilakukan guna membahas hal-hal terkait upaya mewujudkan kerukunan antar umat beragama,” ujar Rohim.

Ditambahkannya, terkait perwujudan kerukunan antar umat beragama, pemerintah dalam hal ini diwakili Kementerian Agama, memiliki tanggung jawab moral untuk merekat kebersamaan dalam bingkai keberagaman agama tersebut.

“Masalah keagamaan terkadang muncul melalui hal-hal sepele, tetapi dikarenakan salah dalam menyikapi, ditambah lagi dengan beredarnya hoax melalui media sosial, maka akan menjadi besar lah masalah tersebut,” imbuhnya.

Oleh karena itu, menjadi tugas para tokoh agama dan unsur pemerintah yang harus bersikap arif dan bijaksana, serta menjadi peredam dan penyejuk bagi masyarakat apabila ada masalah-masalah keagamaan yang muncul di masyarakat, dengan tidak mengedepankan emosional dan identitas.

"Kami ucapkan terima kasih kepada para tokoh agama yang telah berkenan hadir dalam kegiatan ini, semoga semua hal yang dibahas dalam dialog lintas agama ini dapat memberikan nuansa pencerahan dan dapat diaplikasikan di tengah-tengah kehidupan masyarakat," harapnya.

(Bangkapos.com/Edwardi)

Penulis: edwardi
Editor: khamelia
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved