Berita Bangka Barat

Saksi Ungkap, Ini Alasannya Melaporkan Perkara Penistaan Agama ke Polisi

Perkara penistaan agama, baru pertama kalinya terjadi di Propinsi Bangka Belitung. Perkara ini sempat menghebohkan dan menjadi perhatian serius.

Saksi Ungkap, Ini Alasannya Melaporkan Perkara Penistaan Agama ke Polisi
Bangkapos.com/Hendra
Suasana sidang perkara penista agama di PN Muntok, Kabupaten Bangka Barat, Rabu (3/7/2019). 

BANGKAPOS.COM--Perkara penistaan agama, baru pertama kalinya terjadi di Propinsi Bangka Belitung. Perkara ini sempat menghebohkan dan menjadi perhatian serius.

Sidang perkara penistaan agama ini kembali digelar untuk yang ketiga kalinya ini di PN Muntok, Rabu (3/7/2019).

Sidang dengan agenda pemeriksaan saksi, dipimpin oleh Majelis Hakim, Ketua PN Muntok, Golom Silitonga didampingi 2 anggota Erica Mardelina dan Listyo Arif Budiman.

 Terdakwa Daud hadir ke persidangan dikawal aparat kepolisian dari Polres Bangka Barat didampingi oleh Kuasa Hukumnya Marah Rusli.

Jaksa Penuntut Umum (JPU), Hendra Saputra dan Doddy Praja dalam persidangan menghadirkan 4 orang saksi. Yakni Sendi Wijaya selaku saksi pelapor, Choirul Yusuf, Hengki yang merupakan rekan terdakwa dan Ferry dari Polsek Jebus.

Unggahan video yang dilakukan oleh terdakwa Daud memancing amarah masyarakat. Ayat suci Al-Quran yang dibaca dengan nada mengolok-olok membuat masyarakat, khususnya umat Islam marah.

Sendi Wijaya, kepada bangkapos.com mengatakan video yang diunggah oleh Daud ini sudah melecehkan agama Islam. Ayat suci al-quran dibaca dinilai telah menghina umat Islam.

“Ketika saya lihat video itu di WA Group, hari itu juga langsung saya laporkan ke polisi. Jelas video itu sudah mengusik dan menghina agama islam,” kata Sendi Wijaya.

 Selain itu lanjut Sendi, dirinya melaporkan kasus tersebut ke pihak kepolisian untuk memberikan pembelajaran kepada masyarakat. Jangan sampai peristiwa penghinaan terhadap agama ini terjadi lagi dikemudian hari.

“Ini pelajaran untuk masyarakat. Jangan sampai terjadi lagi. Kita juga minta agar pelaku diberikan hukuman sesuai dengan aturan hukum yang berlaku dan seadil-adilnya,” tegas Sendi. (Bangkapos.com/Hendra).

Penulis: Hendra
Editor: nurhayati
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved