Berita Pangkalpinang

VIDEO : Bantu Anak Putus Sekolah Pipit Beli Mesin Jahit dari Bantuan Modal PT Timah

Diungkapkan Pipit, keahlian menjahit didapatkannya sejak masih sekolah SMP belajar dengan kakak iparnya.

BANGKA POS.COM, BANGKA -- Abu Syah Arief dan istrinya, Sipit Deti Analisa alias Pipit, pemilik usaha jahitan pakaian Pit Jahit, mitra binaan PT Timah, warga Jalan Mindanao No 27 Desa Air Ruway Kecamatan Pemali Kabupaten Bangka mengungkapkan awalnya merintis usaha jahitan sudah lama, sejak masih tinggal di Kampung Jawa Sungailiat hingga sekarang sudah delapan tahun tinggal di rumahnya saat ini.

"Alhamdulillah para pegawai Pemkab Bangka dari beberapa OPD, pak Bupati Bangka Mulkan dan istrinya sudah sejak lama menjadi pelanggan jahitan saya bahkan sebelum jadi bupati. Termasuk juga para ajudan pak bupati juga menjahit pakaiannya disini, baik pakaian dinas maupun pesta," jelas  Pipit yang ditemui Bangkapos.com di rumahnya, Rabu (03/07/2019).

Diungkapkan Pipit, keahlian menjahit didapatkannya sejak masih sekolah SMP belajar dengan kakak iparnya. Keahlian ini ditekuninya terus hingga sekarang ini sebagai usaha keluarga bersama suaminya.

"Dulu saat Bupati Bangka masih dijabat pak Eko Maulana Ali juga sering memesan jahitan pakaian mereka disini. Alhamdulillah untuk order jahitan pakaian cukup banyak, bahkan sampai kewalahan karena kendalanya kesulitan mendapatkan tenaga kerja," ungkap Pipit.

Dilanjutkannya, dengan menjadi mitra binaan PT Timah Tbk mendapatkan pinjaman modal usaha digunakan untuk membeli beberapa mesin jahit lagi yang akan digunakan untuk membuka kursus jahitan ataupun mengajarkan anak-anak putus sekolah ataupun yang sudah tamat sekolah dan ingin belajar menjahit.

"Saya siap mengajarkan anak-anak putus sekolah ataupun tamatan sekolah yang berminat belajar menjahit, kalau mereka sudah terampil bisa saling membantu menjahit disini dan diberikan honornya," ujar Pipit.

Selain itu modal pinjaman CSR dari PT Timah ini juga digunakan untuk menambah modal membeli bahan-bahan pakaian, benang, kancing dan lainnya.

"Kalau kita ambil order jahitan dari OPD itu biasanya nggak ada uang DP nya, sehingga harus punya modal awal sendiri sedangkan OPD biasanya bayar diakhir tahun. Syukur Alhamdulillah dengan modal dari PT Timah ini kita bisa memutar modal usaha dan bisa menerima orderan lebih banyak. Terima kasih banyak buat PT Timah yang sudah banyak membantu mengembangkan usaha kami ini," kata Pipit. (Bangkapos.com/Edwardi)

Penulis: edwardi
Editor: nurhayati
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved