Breaking News:

Pesawat Lion Air Jatuh

Boeing Bakal Bagikan Rp 1,4 Triliun untuk Kerabat Korban Lion Air dan Ethiopian Airlines

Boeing Bakal Bagikan Rp 1,4 Triliun untuk Kerabat Korban Lion Air dan Ethiopian Airlines

TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN
Keluarga korban kecelakaan pesawat Lion Air PK-LQP melakukan tabur bunga bersama dari KRI Banda Aceh di Perairan Tanjung Karawang, Jawa Barat, Selasa (6/11/2018). Doa dan tabur bunga bersama yang dilakukan oleh keluarga korban kecelakaan Lion Air PK-LQP, karyawan Lion Air, Prajurit TNI, dan Instansi terkait di tempat kejadian dilakukan untuk mendoakan para korban dan memberi informasi kepada keluarga korban mengenai tempat jatuhnya pesawat dan proses-proses pencarian. 

BANGKAPOS.COM, NEWYORK -- Pabrikan pesawat terbang Boeing.co menyatakan akan memberikan 100 juta dollar AS atau sekitar Rp 1,41 triliun untuk membantu maupun mendukung keluarga yang terdampak dalam 2 kecelakaan tragis 737 Max, yaitu Lion Air dan Ethiopian Airlines tahun lalu.

"Kami di Boeing menyesal atas kematian tragis dalam kedua kecelakaan ini. Nyawa yang hilang dari jatuhnya pesawat akan terus membebani hati dan pikiran kami selama bertahun-tahun yang akan datang," kata CEO Boeing Dennis Muilenburg dikutip CNN dan CNBC, Kamis (4/7/2019).

"Keluarga dan orang-orang terkasih yang berada di pesawat 737 Max memiliki simpati terdalam kami, dan kami berharap kompensasi awal ini dapat membantu memberi mereka kenyamanan," lanjut Muilenburg.

Muilenburg mengatakan uang tersebut secepatnya akan disalurkan ke organisasi nirlaba lokal maupun kelompok masyarakat. Nantiny organisasi nirlaba lokal maupun kelompok masyarakat akan mendistribusikan dana ke 346 kerabat dari korban tewas 737 Max.

Adapun uang tersebut bisa digunakan untuk mendukung biaya pendidikan dan biaya hidup.

"Uang itu akan digunakan untuk mendukung pendidikan seperti biaya kuliah atau biaya sekolah dan kesulitan biaya hidup untuk keluarga yang terkena dampak," ucap Muilenburg.

Bob Clifford, pengacara yang mewakili puluhan keluarga korban kecelakaan Ethiopian Airlines mengatakan, meski memberikan uang kompensasi hingga Rp 1,41 triliun, pemberian itu tidak diterima dengan baik oleh keluarga korban yang telah menggugat perusahaan.

"Jenis penawaran ini sangat awal dalam proses litigasi juga belum pernah terjadi sebelumnya. Keluarga korban tidak tertarik dengan uang tunai ketimbang menemukan jenazah orang yang mereka cintai dari lokasi jatuhnya pesawat, yang sejauh ini prosesnya sangat lambat," kata Bob Clifford.

Menanggapi hal tersebut, juru bicara Boeing menegaskan orang yang menerima dana kompensasi Rp 1,41 triliun juga tak diharuskan menyerahkan hak untuk melakukan tindakan hukum terhadap perusahaan.

Para keluarga korban memiliki hak untuk itu.

Halaman
123
Editor: Teddy Malaka
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved