Berita Sungailiat

Polisi Hentikan Aktifitas Tambang Ilegal Pinggir Jalan Mapur

Pihak kepolisian meminta para penambang timah ilegal (TI) di Dusun Mapur Desa Mapur Kecamatan Riausilip Bangka

Polisi Hentikan Aktifitas Tambang Ilegal Pinggir Jalan Mapur
Ist/Iptu Suhendra
Kapolsek Riausilip Iptu Suhendra menghentikan aktifitas tambang timah ilegal di Dusun Mapur Desa Mapur Kecamatan Riausilip karena beraktifitas dekat jalan desa.Tampak pekerja tambang sedang diberikan pengarahan oleh polisi 

BANGKAPOS.COM-- Pihak kepolisian meminta para penambang timah ilegal (TI) di Dusun Mapur Desa Mapur Kecamatan Riausilip Bangka, menghentikan aktifitas karena penambangan yang dimaksud sudah sangat dekat jalan raya dusun setempat.

Kapolres Bangka AKBP Budi Arianto diwakili Kapolsek Riausilip Iptu Suhendra kepada Bangka Pos, Kamis (4/7/2019) menyatakan, keluhan masyarakat terkait aktifitas TI tersebut sudah ditindaklanjuti oleh pihak kepolisian. Tim Polsek Riausilip beserta perangkat desa mendatangi para pekerja tambang dan meminta pekerja tak beroperasi lagi di tempat itu.

"Kegiatan imbauan kepada para pekerja aktifitas tambang inkonvensional rajuk yang beroperasi di sekitar kolong pinggir jalan Dusun Mapur Desa Mapur sudah kita lakukan pada Hari Selasa Tanggal 2 Juni 2019 sekira pukul 15.30 WIB kemarin," kata Kapolsek.

Penertiban tersebut dipimpin langsung oleh Kapolsek Riausilip Iptu Suhendra bersama anggota dan juga melibatkan Pjs Kades Mapur Suharpin dan Ketua BPD Mapur Samsul Bahri. Saat didatangi tim gabungan menemukan beberapa unit TI Rajuk sedang beroperasi dan langsung diminta berhenti. "Tambang tersebut masing-maisng milik Miki (41) Warga Mapur, Rensi (34) Warga Desa Pugul, Alu (36) Warga Mapur, Fualup (41) Warga Mapur," kata Kapolsek.

Pihak kepolisian dan desa tidak melakukan penyitaan peralatan tambang, melainkan sebatas imbauan atau peringatan. Jika nanti penambang membandel dan kembali beroperasi di sekitar aliran kolong pinggir jalan umum dusun itu, polisi akan bertindak lebih tegas.

"Kita imbau kepada seluruh pekerja tambang yang beroperasi di sekitar kolong pinggir jalan Dusun Mapur Desa Mapur Kecamatan Riausilip Bangka agar menghentikan aktifitas kegiatan tambang TI Rajuk. Sebab kegiatan tambang TI Rajuk ini menuai protes dari pihak warga Desa Mapur dikarenakan lokasi beraktifitasnnya ponton TI Rajuk sudah mendekati jalan kurang lebih sekitar 15 meter dari jalan," tegas Kapolsek.

Sementara itu, setelah diberikan imbauan oleh polisi dan aparat desa, para pemilik dan para pekerja tambang TI rajuk diminta langsung membongkar dan mengangkat peralatan tambang ponton TI Rajuk paling lambat, Rabu Tanggal 3 juni 2019. "Prediksi kita, tidak menutup kemungkinan setelah dilakukan imbauan kepada para pemilik serta pekerja TI Rajuk tersebut, masih adanya kegiatan TI Rajuk tersebut dilakukan secara sembunyi-sembunyi," kata Kapolsek.(Bangkapos.com/Fery Laskari)

Penulis: ferylaskari
Editor: nurhayati
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved