Saat Musim Kemarau, Belinyu dan Jebus Dinilai Sebagai Titik Rawan Kebakaran Hutan

Belinyu, Kabupaten Bangka dan Jebus, Kabupaten Bangka Barat dinilai sebagai titik-titik yang rawan kebakaran hutan di Babel.

Saat Musim Kemarau, Belinyu dan Jebus Dinilai Sebagai Titik Rawan Kebakaran Hutan
Bangka Pos/Dedi Qurniawan
Kepala Dishut Babel Marwan. Saat Musim Kemarau, Belinyu dan Jebus Dinilai Sebagai Titik Rawan Kebakaran Hutan 

Saat Musim Kemarau, Belinyu dan Jebus Dinilai Sebagai Titik Rawan Kebakaran Hutan

BANGKAPOS.COM, BANGKA - Belinyu, Kabupaten Bangka dan Jebus, Kabupaten Bangka Barat dinilai sebagai titik-titik yang rawan kebakaran hutan di Babel.

Ini disampaikan Kepala Dinas Kehutanan Kepulauan Babel Marwan mengenai potensi kebakaran hutan di Babel saat musim kemarau tahun ini.

Titik lainnya yang juga dinilai rawan adalah Simpangkatis, Kabupaten Bangka Tengah.

"Dua titik ini kami jaga. Kemarin juga ada kabakaran kecil dan tim kami sudah turun. Menghadapi kemarau panjang ini, kami akan rapatkan barisan bersama instansi terkait untuk mengantisipasi," kata Marwan, Kamis (4/7/2019)

Banyak faktor penyebab kebakaran hutan di Babel. Pertama, karena kesadaran masyarakat yang dinilai kurang.

Kedua sengaja membakar hutan untuk pembukaan lahan.

"Ini dilarang untuk pembukaan lahan besar-besaran, ini juga kami imbau untuk tidak dilakukan. Kalau yang kecil-kecil untuk bakar sampah, itu dijaga jangan sampai melarat ke mana-mana," katanya.

Menurut Marwan, potensi kebakaran lahan karena pembukaan lahan secara luas untuk ladang dan perkebunan di Babel tergolong kecil.

Untuk sawit misalnya, telah ada moratorium perluasan perkebunan sawit. "Sekarang ini di Babel, yang justru merusak itu tambang. Ini sulit dikendalikan," katanya.

(bangkapos.com / DedyQurniawan)

Penulis: Dedi Qurniawan
Editor: Evan
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved