Berita Bangka Selatan

Tiga Jaring Nelayan Rusak Akibat Aktivitas Trawl

Aktivitas Ilegal Kapal Trawl di perairan Toboali, Bangka Selatan kian marak. Bahkan tak jarang aktivitas kapal trwal beroperasi di wilayah tangkapan

Tiga Jaring Nelayan Rusak Akibat Aktivitas Trawl
IST
Ilustrasi Kapal Trawl asal Tanjungpinang Riau Digiring Satpolair ke Muara Airkantung Bangka.

BANGKAPOS.COM - Aktivitas Ilegal Kapal Trawl di perairan Toboali, Bangka Selatan kian marak. Bahkan tak jarang aktivitas kapal trwal beroperasi di wilayah tangkapan nelayan.

Aktivis nelayan Basel, Kodi Midahri, menyebut aktifitas kapal trwal sudah tiga kali merusak jaring nelayan tradisional. Dirinya pun miris dengan kabar kembali maraknya aktifitas kapal trwal tersebut.

Sebab menurut Kodi, kerusakan jaring akibat trawl tersebut diketahui aparat penegak hukum. Selain itu jaring jaring yang rusak diganti oleh pemilik trawl .

Jika terus seperti ini, Kodi yakin aktivitas trawl tak akan berhenti, lantaran terkesan dibiarkan aparat penegak hukum.

Dan aktivitas trawl, compreng serta TI Apung telah berulang kali disampaikan Kodi, ke Polres Basel, namun sampai hari ini aktifitas trawl tersebut kian marak

“Jika begini terus, kasihan nelayan tradisional. Bagaimana tindakan aparat, buktinya TI Apung dan trawl terus beroperasi. Dengan pemilik trawlnya sudah tahu, aktivitas kapal trawlnya ada, tapi tidak ada tindakan apapun," keluh Kodi, Kamis (4/7/2019). (Bangkapos/Anthoni Ramli)

Penulis: Antoni Ramli
Editor: khamelia
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved