VIDEO : Rekonstruksi Kasus Aborsi Dua Sejoli di Sungailiat

Adegan rekonstruksi pertama dimulai saat pertemuan keduanya di pondok kebun, tempat tinggal LK di Jl Pagoda Desa Rebo Sungailiat Bangka

BANGKAPOS.COM, BANGKA- Aborsi yang dilakukan oleh perempuan berinisial SN berawal hubungan gelapnya dengan sang pacar, LK di pondok kebun Desa Rebo Sungailiat Bangka, pada malam tahun baru, 1 Januari 2019.

Hasil hubungan gelap itu membuat SN hamil hampir lima bulan. Merasa malu, SN nekat menggugurkan bayi di kamar mandi rumah orangtuanya di Lingkungan Nelayan II Sungailiat Bangka, akhir Mei 2019.

Berikut sekilas adegan rekonstruksi yang diperagakan, dua sejoli, SN dan LK di Mapolsek Sungailiat, Kamis (4/7/2019).

Adegan rekonstruksi pertama dimulai saat pertemuan keduanya di pondok kebun, tempat tinggal LK di Jl Pagoda Desa Rebo Sungailiat Bangka, 1 Januari 2019, malam.

Di pondok itu lah dua sejoli indehoi alias melakukan hubungan layaknya suami istri.

Adegan berlanjut setelah dua bulan SN tak juga menstruasi, 19 Februari 2019. Pada saat itulah SN kembali datang ke pondok kebun menemui LK, memberitahukan ia hamil.

SN merasa malu kemudian meminta LK mencari obat aborsi, yang dilanjutkan pencarian alamat suplayer obat aborsi oleh LK, melalui aplikasi google menggunakan handphone.

Pemesanan obat aborsi terjadi, hingga akhirnya obat aborsi pesanan diantar oleh petugas JNE pada LK, yang selanjutnya diserahkan kepada SN untuk diminum.

Puncaknya pada adegan ke 11, setelah minum obat aborsi, perut SN merasa sakit, 28 Mei 2019, menjelang shubuh.

Di kamar mandi rumah orangtuanya, SN melahirkan bayi, dan membuang orok tersebut ke comberan belakang rumah. Adegan ke 13, saksi tetangga pelaku menemukan bayi dalam kondisi sudah meningal dunia di comberan dan melaporkan temuan pada warga atau RT dan Kaling setempat, diperagakan pada adegan terakhir, adegan ke 14.

"Pada Tanggal 28 Mei 2019, dinihari menjelang shubuh, SN merasa sakit perut kemudian dia BAB di WC rumah orangtuanya di Lingkungan Nelayan II Sungailiat. Tak berapa lama SN masuk ke kamar mandi, jongkok langsung keluar gumpalan darah (orok usia sekitar lima bulan) lalu disiram hingga orok itu jatuh di comberan belakang rumah dan akhirnya ditemukan saksi, tetangga pelaku," kata Kapolres Bangka AKBP Budi Arianto diwakili Kapolsek Sungailiat, AKP Dedy Setiawan didampingi Kanit Reskrim Aiptu Reka Otorida, Kamis (4/7/2019).

(Bangkapos/Ferylaskari)

Penulis: ferylaskari
Editor: khamelia
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved