Generasi Muda Mesti Mampu Menguasai dan Memanfaatkan Informasi

Indonesia menduduki urutan 30 an dalam hal melaksanakan keterbukaan informasi.

Generasi Muda Mesti Mampu Menguasai dan Memanfaatkan Informasi
istimewa
Generasi muda mesti mampu menguasai dan memanfaatkan informasi 

BANGKAPOS.COM, BANGKA  -- Selamatta Sembiring Direktur Tata Kelola dan Kemitraan Komunikasi Publik Kemenkominfo RI berharap generasi muda mampu memanfaatkan informasi. Sebab jika menguasai informasi dapat berdampak terhadap peningkatan kesejahteraan.

Ia mencontohkan, dulu di Medan terdapat seorang penjual durian di emperan jalan. Kemudian karena menguasai informasi mengenai durian, berdampak terhadap peningkatan penjualan. Ini tentunya membuat kesejahteraan pun menjadi meningkat.

"Jika dulu berjualan di pinggiran jalan, namun sekarang sudah banyak toko miliknya untuk menjual durian," kata Selamatta saat Kegiatan Forum Keterbukaan Informasi Publik di Novotel, Jumat (5/7/2019).

Kegiatan yang digelar Direktorat Tata Kelola dan Kemitraan Komunikasi Publik, Direktorat Jenderal Informasi dan Komunikasi Publik. Kemenkominfo RI kali ini mengusung tema "Ayo Akses Informasi Publik melalui PPID untuk Indonesia yang lebih baik".

Terdapat tiga pemateri dalam forum ini di antaranya, Selamatta Sembiring, Direktur Tata Kelola dan Kemitraan Komunikasi Publik Kemenkominfo RI, Sudarman, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi Kepulauan Bangka Belitung dan Wafa Patria Ummah dari Komisi Informasi Pusat.

Ada empat tujuan negara Indonesia tertuang dalam Pembukaan UUD 1945. Dikatakan Selamatta, salah satu tujuan itu di antaranya mencerdaskan kehidupan bangsa. Sehingga masyarakat menjadi sejahtera, untuk itu generasi muda harus cerdas.

Jika anak bangsa tidak cerdas, maka akan dibodohi oleh negara lain. Menurut Selamatta, ada tiga asimetri informasi di masyarakat. Pertama, kalangan elit membangun kota secara informal maupun formal dan teroganisir dengan baik.

Sedangkan untuk kalangan menengah tidak terinformasikan, tidak tertarik, tidak teroganisir namun memiliki potensi untuk melakukan perubahan. Selanjutnya kalangan miskin yang paling menderita tereksploitasi, namun mulai terorganisir.

Terdapat beberapa negara yang secara baik melaksanakan keterbukaan informasi publik. Sejumlah negara itu Norwagia, Finlandia, Denmark, Swedia, Belanda, Australia, Selandia baru, Kanada, Estonia kemudian Inggris.

Sementara Indonesia menduduki urutan 30 an dalam hal melaksanakan keterbukaan informasi. Jika ini dilakukan dengan baik, maka perkembangan pembangunan menjadi lebih cepat, sebab penggunaan anggaran terawasi.

"Generasi muda harus bisa memanfaatkan informasi. Selain itu masyarakat didorong untuk mencari informasi ke badan publik," kata Selamatta.

Hal senada disampaikan Sudarman Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Menurutnya, kesadaran terhadap pentingnya suatu informasi belum tinggi. Namun ada beberapa bidang informasi dibutuhkan masyarakat.

"Seperti Informasi mengenai pendidikan, terutama mengenai zonasi penerimaan siswa baru. Namun kita masih kekurangan sarana prasarana. Selain itu masih perlu didukung SDM yang punya kapasitas," jelasnya.

Editor: Ardhina Trisila Sakti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved