Berita Pangkalpinang

Aset Milik Pemkot Dianggap Bermasalah, Pansus 21 Rekomendasikan Segera Selesaikan

Pansus 21 LPJ Wali kota tahun 2018 terkait aset, mengecek aset milik Pemerintah Kota Pangkalpinang yang dianggap belum selesai.

Aset Milik Pemkot Dianggap Bermasalah, Pansus 21 Rekomendasikan Segera Selesaikan
Bangkapos/irakurniati
Pansus 21 LPJ Wali kota tahun 2018 tentang aset mengecek aset milik pemkot, satu di antaranya hutan kota Tuatunu, Senin (8/7/2019) 

BANGKAPOS.COM - Pansus 21 LPJ Wali kota tahun 2018 terkait aset, mengecek aset milik Pemerintah Kota Pangkalpinang yang dianggap belum selesai. Beberapa permasalahan yang ditemukan seperti tidak ada pencatatan namun aset masih ada dan klaim aset.

"Masalahnya ada yang main klaim. Aset ada, pencatatan tidak ada. Pencatatan ada, aset tidak ada. Banyak aset kita yang hilang, ini sudah berlarut-larut tidak diselesaikan," ujar Rio Setiady, Ketua Pansus 21, Senin (8/7/2019).

Tak Ada yang Menyangka, Pekerja Kuli Bangunan Ini Anak Wakil Wali Kota, Ayahnya Buka Suara

Tiga aset yang dicek bermasalah yakni SWTP di Gandaria, tanah pemkot yamg didirikan bangunan. Padahal seharusnya dijadikan fasilitas umum. Kemudian, Kolong Bacang, ada aset yang digunakan masyarakat namun pemerintah terkesan tidak mau mengambil lagi aset tersebut dan permasalahan di hutan kota Tuatunu.

"Pemerintah terkesan membiarkan. Membiarkan berlarut-larut tanpa ada kejelasan," tegas politisi PKS itu.

Pihaknya meminta agar pemerintah dapat menyelesaikan permasalahan ini. Rio menyebut, minimal pada masa kepemimpinan wali kota Pangkalpinang, Maulan Aklil, permasalahan aset dapat terselesaikan.

"Sekarang kita sudah punya teknologi digital, manfaatkan itu. Kami Pansus 21 merekomendasikan ini segera diselesaikan," ujarnya.

Masalah aset dalam LHP (Laporan Hasil Pemeriksaan) Badan Pemeriksa Keuangan ini dapat mengganjal peraihan opini wajar tanpa pemgecualian. Untuk itu pihaknya berharap pemerintah dapat menyelesaikan segera permasalahan aset di Pangkalpinang yang dianggap sudah berlarut-larut.

"Kami apresiasi untuk WTP, tapi tidak sebatas itu. Harus selesaikan banyak masalah aset kita ini. Memang WTP banyak kriteria, bertahap dan yang terpenting ada usaha untuk menyelesaikan itu," pungkas Rio.

(BANGKAPOS/IRAKURNIATI)

Penulis: Ira Kurniati
Editor: khamelia
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved