Berita Bangka Tengah

Keluarga Korban Jatuhnya Pesawat Lion Air Hingga Belum Terima Santunan Sepeserpun dari Boeing

Jatuhnya Pesawat Lion Air dengan Nomor Penerbangan JT-LQP 610 dari Cengkareng menuju Pangkalpinang pada Oktober 2018 silam masih meninggalkan duka

Keluarga Korban Jatuhnya Pesawat Lion Air Hingga Belum Terima Santunan Sepeserpun dari Boeing
@hotmanparisofficial
Hotman Paris Hutapea bersama dua pengacara Amerika Serikat yang menggugat Boeing terkait kecelakaan pesawat Lion Air JT 610. 

BANGKAPOS.COM-- Jatuhnya Pesawat Lion Air dengan Nomor Penerbangan JT-LQP 610 dari Cengkareng menuju Pangkalpinang pada Oktober 2018 silam masih meninggalkan duka bagi keluarga korban.

Dikutip dari Kompas beberapa waktu lalu yang menyebutkan bahwa Perusahaan Pabrikan Pesawat Boeing menyatakan akan memberikan santunan sebesar 100.000 Dollar AS atau sekitar Rp 1,41 triliun guna membantu dan mendukung keluarga yang terdampak dalam dua kecelakaan tragis yakni kecelakaan Pesawat Boeing 737 Max milik Lion Air dan Ethiopian Airlines.

Ketika ditemui di kediamannya, Yani yang merupakan istri sekaligus ahli waris dari Almarhum Ahmad Mughni yang menjadi korban kecelakaan Pesawat Lion Air yang terjadi di Tanjung Pakis, Karawang menyebutkan jika dirinya belum pernah menerima uang atau dana kompensasi apapun sampai hari ini.

Dirinya menegaskan hanya pernah menerima suatu dana yang dinamai uang duka yang diberikan oleh Maskapai Penerbangan Lion Air sebesar Rp 25 juta sebagai biaya pemakaman.

"Ada lagi sebesar Rp 5.000.000 sebagai uang saku sekaligus biaya untuk fasilitas hotel, pesawat dan proses lainnya", ungkap Yani kepada Bangkapos.com pada Senin, (8/7/2019).

Selain dari pihak maskapai, Yani juga mengakui jika dirinya pernah menerima santunan dari Jasa Raharja sebesar Rp 50 juta.

"Jika maskapai menyebutkan telah menyalurkan dana kompensasi kepada keluarga korban, mana?. Hingga hari ini kami belum menerima uang sepeserpun," ucap Yani.

Dia menyebutkan jika dirinya tidak mau berbicara masalah nominal karena seberapa uangpun yang diterimanya belum tentu dapat membesarkan ketiga buah hati yang saat ini bersamanya.

"Saya tidak mau ngomogin rupiah, tetapi yang saya inginkan yaitu pertanggungjawaban maskapai penerbangan. Mana etikat baik mereka?" tegas Yani. (Bangkapos.com/Jhoni Kurniawan)

Penulis: Jhoni Kurniawan
Editor: nurhayati
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved