VIDEO : Kemarau Tiga Bulan Stok Air Baku PDAM Tirta Pinang Masih Aman

Hanya saja tingkat kekeruhan (turbidity) air baku mengalami peningkatan dibandingkan saat kondisi normal.

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Menghadapi musim kemarau saat ini, stok air baku Perumda Air Minum (PDAM) Tirta Pinang Kota Pangkalpinang di Kolong Pedindang hanya mengalami penyusutan sedikit atau belum begitu berarti.

Hanya saja tingkat kekeruhan (turbidity) air baku mengalami peningkatan dibandingkan saat kondisi normal.

Pasalnya, sejak adanya proyek perbaikan saluran air oleh Dinas PU Kota Pangkalpinang di bagian hulu kolong, maka aliran air dari arah Bukit Mangkol melalui saluran tersebut menjadi lancar masuk ke dalam Kolong Pedindang.

"Meskipun musim kemarau tiga bulan untuk stok air baku di Kolong Pedindang masih aman, begitu juga air baku di Kolong Baciang," kata Zuniar Nangtjik, Direktur PDAM Tirta Pinang, Senin (08/07/2019) saat meninjau Kolong Pedindang.

Dilanjutkannya, menghadapi musim kemarau ini akan berusaha semaksimal mungkin melayani kebutuhan 5.700 pelanggan agar tetap bisa menerima air bersih sebagaimana situasi biasa.

"Para pelanggan ini harus menerima aliran air PDAM selama 24 jam," ujarnya.

Diakuinya, memang ada sedikit pengurangan volume air di Kolong Pedindang ini dan tetap berusaha agar air yang mengalir dari atas Bukit Mangkol itu tetap bisa masuk ke kolong, sehingga air yang masuk dan air yang disedot diharapkan masih seimbang.

" Kami akui kualitas air baku yang masuk dari sumber Bukit Mangkol saat ini jelek, sebelumnya atau biasanya kualitas turbidity itu 380 ntu, sekarang ini overload menjadi 1.017 ntu. Artinya alat untuk menyaring tingkat kekeruhan ini sudah overload," jelasnya.

Ditambahkannya, pihaknya tetap berupaya maksimal untuk mengolah dan memproses air baku ini sehingga menjadi air bersih dan layak dikonsumsi pelanggan.

"Untuk air PDAM yang sampai ke rumah-rumah pelanggan dari hasil uji laboratorium Dinas Kesehatan Provinsi Babel didapat nilai turbidity 0,038 ntu, artinya air ini sudah layak untuk dijadikan air minum dengan catatan harus dimasak dulu. Uji sampel laboratorium ini dilakukan setiap bulan dengan mengambil 5 sampel," ungkap Zuniar. (Bangkapos.com/Edwardi)

Penulis: edwardi
Editor: Evan
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved