Yan Megawandi dan Tentang Wartawan yang Andal

Mantan Sekretaris Daerah Kepulauan Bangka Belitung Yan Megawandi didampingi istrinya, pamitan sebagai Sekda Babel pada acara siltaruhami

Yan Megawandi dan Tentang Wartawan yang Andal
Bangka Pos/Dedi Qurniawan
Mantan Sekda Babel Yan Megawandi saat acara silaturahmi di rumah dinas Sekda Babel, Senin (8/7/2019) 

Yan Megawandi dan Tentang Wartawan yang Andal

BANGKAPOS.COM, BANGKA - Mantan Sekretaris Daerah Kepulauan Bangka Belitung Yan Megawandi didampingi istrinya, pamitan sebagai Sekda Babel pada acara siltaruhami di rumah dinas Sekda Babel, Senin (8/7/2019) siang.

Acara itu dihadiri oleh Wakil Gubernur Babel Abdul Fatah dan sejumlah kepala Organisasi Perangkat Daerah Pemrpov Babel dan diisi dengan ramah tamah dan makan siang.

Menyempatkan diri diwawancarai wartawan, lelaki berusia 55 tahun itu lalu bercerita soal bagaimana hubungannya dengan wartawan.

Menurut dia, adakalanya sudut pandang wartawan lebih bebas kepentingan bagi setiap persoalan dibandingkan pandangan seorang ASN, politisi, ataupun wiraswasta.

"Karena wartawan biasanya lebih bebas kepentingan dan biasanya punya helicopter view yang bagus. Jadi lebih komprehensif," ujar Yan.

Yan memang mantan wartawan. Lelaki kelahiran Palembang itu diketahui memang pernah menjadu wartawan Sriwijaya Post sebelum menjadi ASN.

Dia juga mengawali karirnya sebagai ASN di bidang kehumasan pemerintah. Menurut dia, menjadi wartawan ataupun humas kepemerintahan memungkinkan seseorang memiliki pengetahuan berbagai macam karakter persoalan di tempatnya bertugas.

"Kalau kita bertugas di Babel, kalau tidak menguasai tiga persoalan mendasar, kita gagal jadi wartawan atau humas yang bagus. Apa itu, pertama lada, kedua timah, dan ketiga asimilasi (budaya). Kalau itu kita pegang, kita jadi wartawan andal," kata Yan.

Pada acara silaturahmi di rumah dinas Sekda Babel, Yan yang mengenakan seragam ASN berwarna khaki dan didampingi istrinya, pamitan. Dia menjabat sebagai Sekda Babel sejak 15 Agustus 2016, atau hampir tiga tahun.

Karir Yan telah ia habiskan 31 tahun mengabdi di Kepulauan Bangka Belitung. Sebagian besar karirnya diawali di Pemerintah Kabupaten Bangka, lalu 12 tahun di Pemprov Babel.

Ia mengabdi bagi Pemprov Babel mulai dari zaman Gubernur Hudarni Rani, Eko Maulana Ali, Rustam Effendi, Plt. Gubernur Babel Yuswandi A. Temunggung, hingga Gubernur Babel Erzaldi Rosman. Dia mengaku bersyukur atas kesempatan itu dan meminta maaf jika ada kesalahan saat menjalankan tugas.

Setelah tak lagi menjadi Sekda, Yan akan menjadi fungsional Widyaiswara Utama di Babel. Sewaktu dimintai tiga kata saja yang menggambarkan pengalamannya sebagai Sekda Babel, Yan mengutip apa yang pernah ia dengar dari Plt. Gubernur Babel Yuswandi A. Temenggung.

"It is a wonderful world. Ini wonderful world bagi saya, karena tidak pernah saya rencankan, prediksi, tetapi saya harus masuk ke dalam itu, dan saya menikmati itu," ujar lelaki berusia 55 tahun itu. (bangkapos.com / Dedy Qurniawan)

Penulis: Dedi Qurniawan
Editor: Evan
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved