Berita Pangkalpinang

41 Hektar Lahan Boleh Dimiliki Masyarakat Tuatunu, Tapi Peruntukan Tetap RTH

Lahan tersebut boleh dimiliki dan diperjualbelikan oleh masyarakat. Namun peruntukannya masih berstatus RTH sehingga tidak boleh didirikan bangunan

Bangka Pos/Ira Kurniati
Audiensi masyarakat Tuatunu bersama pemerintah Kota Pangkalpinang dan forkopimda membahas RTH hutan kota Tuatunu, di Masjid Raya Tuatunu, Selasa (9/7/2019) 

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Setelah memutuskan menyerahkan lahan seluas 41 hektar dari total 101 hektar Ruang Terbuka Hijau (RTH) hutan kota Tuatunu pada masyarakat.

Wali Kota Pangkalpinang, Maulan Aklil (Molen), mengatakan lahan tersebut boleh dimiliki dan diperjualbelikan oleh masyarakat. Namun peruntukannya masih berstatus RTH sehingga tidak boleh didirikan bangunan. Untuk kegiatan bercocok tanam atau ladang, sejatinya diperbolehkan selama tidak melanggar aturan.

"Setelah permasalahan RTH berlarut-larut ini, hari ini kami putuskan menyerahkan 41 hektar RTH kepada masyarakat. Boleh dimiliki oleh mereka, tetapi nanti ada tim untuk memverifikasi sertifikatnya sehingga tidak ada tumpang tindih. Akan dijamin tidak ada perselisihan tanah antar masyarakat," ujar Molen usai audiensi bersama masyarakat sekitar, Selasa (9/8/2019).

Ia mengatakan melalui badan pertanahan Kota Pangkalpinang juga siap memfasilitasi pembuatan sertifikat tanah untuk 41 hektar lahan tersebut. Molen berharap masyarakat dapat mempergunakan sebaik mungkin dan perselisihan lalu dianggap tuntas dengan keputusan ini. Sedangkan untuk 60 hektar RTH yang menjadi milik pemkot akan dikelola dengan baik melalui pemasangan pagar dan untuk pembangunan. (Bangka Pos / Ira Kurniati)

Follow IG Bangka Pos:

Subscribe chanel Youtube Bangka Pos:

Penulis: Ira Kurniati
Editor: Ardhina Trisila Sakti
Sumber: bangkapos
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved