Berita Pangkalpinang

Kadishut Babel Marwan Bereaksi Soal Ketua DPRD Babel Sebut Izin HTI Ngawur

Didit mengatakan izin HTI mengada-ada alias ngawur, sehingga tidak memberikan dampak positif bagi masyarakat.

Kadishut Babel Marwan Bereaksi Soal Ketua DPRD Babel Sebut Izin HTI Ngawur
Dokumen Bangka Pos
Kepala Dishut Babel Marwan 

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Kepala Dinas Kehutanan (Dishut) Babel Marwan bereaksi soal pernyataan Ketua DPRD Babel Didit Srigusjaya terkait Hutan Tanaman Industri (HTI).

Didit mengatakan izin HTI mengada-ada alias ngawur, sehingga tidak memberikan dampak positif bagi masyarakat.

Menurut Marwan, pihaknya sudah berusaha agar Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan meninjau izin Izin Pinjam Pakai Kawasan Hutan (IPPKH) HTI di Babel.

"Pemprov Babel melalui Dinas Kehutanan Babel beberapa bulan yang lalu bersama Pansus HTI DPRD Babel ke Kementrian Kehutanan. Kami minta agar meninjau ulang izin IPPKH HTI di Babel," kata Marwan saat menghubungi bangkapos.com, Selasa (9/7/2019).

Disebutkan Marwan, yang wewenang untuk mencabut HTI ada di KLHK, bukan Pemprov Babel.

Pihaknya sudah memerintahkan pemegang IPPKH HTI untuk mengeluarkan 20 persen dari luas izinnya kemudian diserahkan kepada masyarakat dengan skema pola kemitraan.

"Karena 20 persen dari luas izin itu adalah hak masyarakat untuk dimitrakan. Demikian perjuangan kami bersama DPRD Babel, semoga KLHK di pusat dapat meninjau ulang  apa yang telah kami perjuangkan sesuai aspirasi masyarakat," ungkap Marwan.

Sebelumnya Ketua DPRD Kepulauan Bangka Belitung Didit Srigusjaya menyatakan, keberadaan Hutan Tanaman Industri (HTI) di Bangka Belitung tidak memberikan dampak positif apapun kepada masyarakat.

Hasil pengecekan ke lapangan, ternyata kawasan HTI dinilai menyerobot kebun, sekitar pemukiman, dan kawasan fasilitas umum masyarakat.

"Kami melihat bahwa keberadaan (izin) HTI yang dikeluarkan pemerintah pusat sebelum ini, itu ngawur karena mereka tidak melihat situasi dan kondisi. Masa yang namanya lapangan bola juga kawasan HTI, belakang rumah masyarakat juga HTI, kebun karet, sawit, kebun sahang yang sudah puluhan tahun dimiliki masyarakat, tiba-tiba dicaplok menjadi kawasan HTI," beber Didit seusai paripurna di DPRD Babel, Senjn (8/7/2019).

Halaman
12
Penulis: Alza MH (day)
Editor: Ardhina Trisila Sakti
Sumber: bangkapos
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved