Berita Sungailiat

Banyak Peternakan Babi di Kabupaten Bangka yang Tak Berizin, Tahun 2018 RPH Potong 2.594 Ekor

Beberapa peternakan yang ada di Kabupaten Bangka merupakan tempat penggemukan babi, yang belum memiliki izin resmi.

Banyak Peternakan Babi di Kabupaten Bangka yang Tak Berizin, Tahun 2018 RPH Potong 2.594 Ekor
Istimewa/Achmad Suherman
Tim Satpol PP saat meninjau peternakan babi yang menyebarkan bau busuk dan dikeluhkan warga di Desa Rebo Sungailiat Bangka, Senin (8/7/2019). 

BANGKAPOS.COM-- Peternakan babi di Kabupaten Bangka kembali dikeluhkan warga. Kali ini seorang peternak babi di Desa Rebo Sungailiat Bangka berinisial DJ dilaporkan oleh warga setempat berinisial TN ke aparat pemerintahan karena tak tahan mencium bau busuk peternakan tersebut.

Pertikaian keduanya kemudian dimediasi oleh Tim Satpol PP Bangka bersama aparat terkait lainnya , Senin (8/7/2019).

Menanggapi keluhan masyarakat tersebut, Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Bangka Kemas Arfani Rahman mengakui beberapa peternakan babi di Kabupaten Bangka belum memiliki izin resmi. Oleh karena itu kesulitan untuk mendata serta membina para pemilik ternak babi yang sering kali mendapatkan keluhan warga karena menimbulkan bau tak sedap.

Dikatakannya, beberapa peternakan yang ada di Kabupaten Bangka merupakan tempat penggemukan babi, yang belum memiliki izin resmi.

Peternakan babi tersebut kebanyakan berada di wilayah Merawang, Sungailiat, Rebo, Pesaren Belinyu dan Pemali diharapkan bisa konsultasi dalam menjalankan bisnisnya agar tidak berdampak kepada masyarakat luas.

"Ia harus mendaftarkan dan memenuhi syarat misalnya dia memiliki indukan 50 ekor  harus jaraknya minimal 725 meter dari pemukiman," jelas Kemas kepada bangkapos.com, Rabu (10/7/2019).

Ia menambahkan terkait, kasus ternak babi di wilayah Rebo yang sempat diprotes warga karena dianggap jaraknya terlalu dekat dengan pemukiman sehingga belum memenuhi syarat untuk menjadi lokasi peternakan babi.

"Jaraknya cuman 137 meter dari beberapa rumah warga, tidak memenuhi syarat untuk izinnya. Indukanya hanya tiga, populasi lain hampir 100 ekor kami kategorikan tidak bisa memberikan izin mereka harus melakukan pemindahan baru kami akan kawal bagaimana pembuangan limbahnya," ungkapnya.

Kemas, mengatakan, saat ini pemilik peternakan diminta untuk memindahkan serta mengosongkan lokasi tersebut, karena berdampak pada masyarakat sekitarnya.

"Untuk tempat seperti itu banyak, jadi kami ini sifatnya bukan terdaftar hanya beternak secara liar, kita tidak tahu, bila ada masalah baru menerima laporan melakukan tindakan memantau lokasi melakukan pembinaan, memang seluruhnya tidak terdata kami tidak bisa melakukan apa apa," sesal Kemas.

Halaman
12
Penulis: Riki Pratama
Editor: nurhayati
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved