Berita Sungailiat

Banyak Peternakan Babi di Kabupaten Bangka yang Tak Berizin, Tahun 2018 RPH Potong 2.594 Ekor

Beberapa peternakan yang ada di Kabupaten Bangka merupakan tempat penggemukan babi, yang belum memiliki izin resmi.

Banyak Peternakan Babi di Kabupaten Bangka yang Tak Berizin, Tahun 2018 RPH Potong 2.594 Ekor
Istimewa/Achmad Suherman
Tim Satpol PP saat meninjau peternakan babi yang menyebarkan bau busuk dan dikeluhkan warga di Desa Rebo Sungailiat Bangka, Senin (8/7/2019). 

Lebih jauh, Kemas mengatakan pemilik ternak yang ingin beternak babi harus memiliki izin serta memenuhi persyaratan bila ingin beternak babi agar terhindar dari protes warga akibat bau busuk yang ditimbulkanya.

"Kita sifatnya seluruh penyuluh mengecek bila ada di atas 100 ekor populasinya harus izin melalui satu pintu, syaratnya polulasinya indukan harus 50 ekor jarak 725 meter dari pemukiman warga kalau kurang dari situ tidak bakal di berikan izin," jelas Kemas.

Ia mengatakan untuk rumah pemotongan babi di Bangka saat ini berada di dua wilayah yakni di Kelurahan Kudai Sungailiat dan Belinyu.

Tahun 2018 Sebanyak 2.594 Babi Dipotong di RPH

Berdasarkan data pada tahun 2018 sebanyak 2.594 ekor daging babi dipotong di Rumah Pemotongan Hewan (RPH) khusus untuk babi di Kabupaten Bangka. Berdasarkan angka itu, produksi daging babi di Bangka terbesar dari kabupaten lainnya.

Selain produksi yang banyak, daging babi di Kabupaten Bangka terkenal dengan kualitas dagingnya serta banyak di kirim ke kabupaten lain di Pulau Bangka.

"Pada tahun 2018 sampai dengan Desember sebanyak 1.094 ekor sapi dari Rumah Pemotongan Hewan (RPH) yang ada di Kuday, dengan rata perbulan 85 hingga 148 ekor, tetapi pemotongan paling banyak pada Desember 148 ekor," ungkap Kemas.

Sementara untuk wilayah Belinyu, menurutnya di rumah pemotongan hewan dipotong sebanyak 900 ekor babi, dengan rata rata 65 hingga 86 ekor perbulan, yang terbanyak pada Desember sebanyak 86 ekor, sama halnya dengan rumah pemotongan di Merawang yang memotong 600 ekor, dengan perbulannya rata rata 42 hingga 58 ekor. Dari total tersebut terdata sebanyak 2.594 ekor pertahun.

Untuk itu, Kemas mengatakan pihaknya akan terus berupaya serta mengevaluasi terkait keberadaan peternakan babi di Kabupaten Bangka, tentunya ada persyaratan serta ketentuan dalam mendapatkan izin peternakan babi.

"Kebanyakan di Bangka ini, ternaknya untuk penggemukan bila izin belum ada dekat dengan pemukiman jadi kita tidak akan memberikan rekomendasi izin. Kami harapkan kepada masyarakat yang melakukan usaha penggemukan babi silakan datang ke dinas untuk konsultasi apakah cukup pendaftaran usaha atau membuat izin inilah yang di perlukan," imbau Kemas.

Sementara untuk penertiban ternak babi yang menganggu ketertiban masyarakat, Kemas mengatakan itu kewenangan Sat Pol PP untuk menertibkan serta menegurnya.

"Bila telah mengganggu ketertiban umum kewenangannya adalah Pol PP, kita pihak dinas hanya memberikan saran serta nasehat, bila tidak mau dan mengindahkan baru Sat Pol PP melakukan tindakanya," tegas Kemas.  (Bangkapos.com/Riki Pratama)

Penulis: Riki Pratama
Editor: nurhayati
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved