Advertorial

Molen Dengar Kritik Ulama, Tokoh Agama, dan Tokoh Masyarakat

WALI Kota Pangkalpinang, Maulan Aklil, mengundang ulama, tokoh agama dan tokoh masyarakat untuk ikut bersinergi membangun kota Pangkalpinang

Molen Dengar Kritik Ulama, Tokoh Agama, dan Tokoh Masyarakat
Istimewa
WALI Kota Pangkalpinang, Maulan Aklil, mengundang ulama, tokoh agama dan tokoh masyarakat untuk ikut bersinergi membangun kota Pangkalpinang di Rumah Dinas Wali Kota, Rabu (10/7) 

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Wali Kota Pangkalpinang, Maulan Aklil, mengundang ulama, tokoh agama dan tokoh masyarakat untuk ikut bersinergi membangun kota Pangkalpinang, Rabu (10/7). Di Rumah Dinas Wali Kota. Molen, sapaan akrabnya, mendengarkan kritikan dan saran dari undangannya itu. Hal-hal yang disampaikan berkenaan dengan keresahan masyarakat terhadap panti pijat yang diduga diselewengkan menjadi tempat maksiat, minuman keras dan alkohol, juga mengenai permasalahan pekuburan yang dianggap semakin sempit lahannya.

“Sebetulnya memang harus berkumpul. Mereka juga punya hak dan kewajiban membangun Pang­kalpinang. Kita berdiskusi bersama permasalahan dan solusinya,” ujar Molen.

Sebetulnya, menurut Molen, ada beberapa persoalan yang sudah ditangani pemerintah kota secara bertahap. Seperti permasalahan sampah yang sudah berangsur dikelola oleh dinas terkait, juga mengenai panti pijat. Molen menuturkan, tinggal melakukan sosialisasi dan meminta saran dari ulama, tokoh agama dan tokoh masyarakat ini.

Dia mengatakan, undang­an yang disebarkannya kemarin tidak lain untuk menjalin kekompakan dan persatuan dalam membang­un Pangkalpinang menuju Kota Beribu Senyuman.

“Intinya persatuan. Kita kumpul di sini untuk menjaga Pangkalpinang, keamanan, kenyamanan dan membang­un bersama. Jangan lagi ada yang dikotak-kotakkan. Tujuan kita sama, untuk Pangkalpinang menuju Kota Be­ribu Senyuman,” kata Molen.

Dia mengatakan, pene­gakan perda juga akan dilakukan secara tegas oleh Satuan Polisi Pamong Praja yang nantinya akan dilatih secara militer oleh TNI. Molen menyebut, kebijakan yang diambil bukan serta merta melibatkan dirinya saja, tetapi para ulama, paguyuban dan tokoh masyarakat juga andil dalam hal itu.

Kedepan dia mengatakan akan menata secara bertahap dan dilakukan secara persuasif melalui edukasi-edukasi. Seperti yang disampaikannya, kerap melihat remaja nongkrong hingga larut malam di kawasan Alun-alun Taman Merdeka dan Taman Wilhelmina. Molen meng­atakan, hal ini perlu diberi edukasi dan disampaikan secara persuasif.

Menurutnya, Pangkalpi­nang masih kekurangan wadah untuk mengekspresikan diri para remaja. Misalnya yang menyukai musik, akan diarahkan untuk dapat ke bidangnya atau pentas seni. Inilah yang masih menjadi rencananya untuk menciptakan wadah itu. Dia pun mengatakan, akan memperbaiki rumah dinas pejabat pemkot di kawasan Tampuk Pinang Pura agar lebih tertata dan menciptakan kenyamanan serta keamanan bagi yang mendiami, juga bagi masyarakat sekitar.

“Secara bertahap kita berproses. Meletakkan pondasi sesuai aturan dan rencana,” pungkasnya. 

Editor: Ardhina Trisila Sakti
Sumber: bangkapos
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved