Berita Bangka Selatan

Bangunan Monumen GMT Senilai Rp 1,3 M Lebih Rusak, Pernyataan Kadispora Bertolak Belakang dengan PPK

Panitia Khusus (Pansus) pertanggungjawaban APBD, DPRD Kabupaten Bangka Selatan, mengkritisi pembangunan monumen GMT

Bangunan Monumen GMT Senilai Rp 1,3 M Lebih Rusak, Pernyataan Kadispora Bertolak Belakang dengan PPK
Ist/Humas Pemkab Basel
Monumen GMT di pantai Tanjung Kerasak, 

BANGKAPOS.COM-- Panitia Khusus (Pansus) pertanggungjawaban APBD, DPRD Kabupaten Bangka Selatan, mengkritisi pembangunan monumen Gerhana Matahari Total (GMT) di Kawasan Pantai Kerasak, Tukak Sadai, Kabupaten Bangka Selatan.

Pasalnya, belum sampai satu tahun, sebagian bangunan monumen yang menghabiskan anggaran miliiaran rupiah tersebut telah rusak, bahkan sebagian bangunan retak

Namun menurut Kepala Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga (Disparpora) Bangka Selatan, Haris Setiawan sejumlah infrastruktur monumen Gerhana Matahari Total (GMT) di Pantai Tanjung Kerasak, Tukak Sadai, Kabupaten Bangka Satan telah diperbaiki.

Menurut Aris, saat ini bangunan monumen yang menghabiskan anggaran sekitar Rp 1.353.120.000 tersebut, masih dalam masa pemeliharaan dan menjadi tanggung jawab kontraktor.

Bahkan beberapa waktu lalu, Aris mengaku pihaknya telah melakukan pengecekan guna memastikan kebenaran tersebut.

"Sudah diperbaiki terutama bagian tangganya. Karena beberapa hari yang lalu kami melakukan cek ke lokasi dan sudah dilakukan perbaikan, dan itu menjadi tanggung jawab pihak kontraktor. Namun kami akan melakukan cek lagi ke lokasi untuk memastikan nya,"  jelas Haris kepada bangkapos,com, Kamis (11/7/2019)

Namun pernyataan Kadispora Kabupaten Bangka Selatan, Haris Setiawan, bertolak belakang dengan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Yudi.

Sebelumnya, Haris menyebut kerusakan bangunan Monumen GMT tersebut, masih menjadi tanggung jawab pihak kontraktor.

Sementara, Yudi menyebut perbaikan kerusakan tersebut telah dilakukan pelaksana sebelum lebaran kemarin dan masa pemeliharaan bangunan tersebut telah lewat batas.

'Untuk kerusakan sebelum lebaran kemaren sudah di perbaiki kontraktor. Walaupun masa pemeliharaannya sudah lewat kontraktor tetep memperbaiki," ujar Yudi melalui pesan Whatsapp kepada bangkapos,com, Kamis (11/7/2019)

Kendati demikian, Yudi tak menampik jika sejumlah infrastruktur bangunan monumen GMT mengalami kerusakan. Kerusakan dipicu, tingginya animo masyarakat yang berkunjung ke monumen.

"Kerusakan yang terjadi di bangunan pelengkapnya areal tangga yang di karenakan banyaknya animo masyarakat naik ke atas monumen," ungkapnya.

Yudi berharap kedepan OPD terkait, menganggarkan anggara pemeliharaan yang sudah di bangun. Selain itu, bekerjasama dengan BUMDes/ Kelompok Sadar Wisata Pokdarwis untuk merawat dan menjaga bangunan tersebut.

"Harapan kami kedepannya dinas menganggarkan pemeliharaan rutin tiap bangunan yang sudah di bangun dan bekerjasama dengan bumdes/pokdarwis," harapnya. (Bangkapos.com/Anthoni)

Penulis: Antoni Ramli
Editor: nurhayati
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved