Bupati Belitung Tersinggung Oleh Ulah 3 Kementerian Ini, ''Saya Merasa Tidak Dihargai''

Bupati Belitung H Sahani Saleh (Sanem) mengaku merasa tersinggung dan tidak dihargai oleh tiga kementerian yang memasang plang stop

Bupati Belitung Tersinggung Oleh Ulah 3 Kementerian Ini, ''Saya Merasa Tidak Dihargai''
dok pos belitung
Bupati Belitung H Sahani Saleh (Sanem) 

Bupati Belitung Tersinggung Oleh Ulah 3 Kementerian Ini, ''Saya Merasa Tidak Dihargai''

POSBELITUNG.CO, BELITUNG - Bupati Belitung H Sahani Saleh (Sanem) mengaku merasa tersinggung dan tidak dihargai oleh tiga kementerian yang memasang plang stop reklamasi di sepanjang Jalan Patimurah, Desa Air Saga dan Kelurahan Patimurah, Kecamatan Tanjungpandan.

Tiga kementerian ini masing-masing, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) serta Kementerian Agraria Tata Ruang dan Badan Pertanahan Nasional

Hal ini dikarenakan dirinya tidak mendapatkan informasi terkait dengan pemasangan plang penyetopan reklamasi tersebut.

Padahal dalam Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Kabupaten Belitung wilayah yang di sebut - sebut reklamasi ini sudah ada sejak tahun 2014.

"Saya sebagai Bupati Belitung disini merasa tidak dihargai, mereka pasang plang itu tidak ada koordinasi apa apa dengan saya, langsung pasang saja. Itu sudah masuk dalam RTRW, itu untuk pengembangan pariwisata, dan itu sudah di Perdakan," kata Sanem kepada Posbelitung.co, jumat (12/7/2019).

Untuk urusan ini, kata Sanem, ia tidak membela kepentingan pengusaha dan kelompok. Namun yang di bela olehnya adalah kepentingan daerah dalam mengembengkan sektor pariwisata.

"Demi Allah aku tidak terima duit dari situ, bukan aku membela apa-apa jangan sampai salah persepsi. Tapi kami ingin membangun itu sebagai sudah terencana," ucapnya.

Kenapa Bupati Belitung terus meminta diskresi kepada Gubernur Provinsi Bangka Belitung?, kata dia, salah satu alasannya untuk mengembangkan wilayah tersebut sebagai ruang terbuka publik buat kepentingan pariwisata. Sehingga tidak ada lagi cerita kapal isap di Kabupaten Belitung.

"Karena terus terang saja, Bupati yang nentang kapal isap masuk ke Belitung ya cuma saya sendiri. Reklamasi ini semua sudah direncanakan, dari Tanjung Pendam itu (Kamla) sampai ke Air Saga, cuma zonasi belum ada, dikresi yang sudah keluar dari kementerian, sampai sekarang tidak ada kami terima dari Gubernur," bebernya.

(Posbelitung.co/Disa Aryandi)

Penulis: Disa Aryandi
Editor: Evan
Sumber: Pos Belitung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved