Berita Pangkalpinang

Kerap Terjadi Musibah di Lokasi Wisata Pantai, Kabupaten Bangka Didorong Segera Miliki BPBD

Mikron mengamini bahwa kawasan perairan ini kerap terjadi musibah di laut dibandingkan dengan perairan kawasan lain.

Kerap Terjadi Musibah di Lokasi Wisata Pantai, Kabupaten Bangka Didorong Segera Miliki BPBD
Bangkapos.com/Dedy Qurniawan
Kepala BPBD Babel Mikron Antariksa 

BANGKAPOS.COM-- Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kepulauan Bangka Belitung Mikron Antariksa mengakui musibah orang tenggelam setelah terseret arus kerap terjadi di perairan Matras dan sekitarnya. Meskipun trennya fluktuatif dari tahun ke tahun, Mikron mengakui bahwa kawasan perairan ini kerap terjadi musibah di laut dibandingkan dengan perairan kawasan lain.

"Habis lebaran kemarin kan kejadian juga. Ini me-warning kita artinya kita harus siap dan waspasa menghadapi ini," kata Mikron kepada bangkapos.com, Jumat (12/7/2019)

Terkait ini, kata Mikron, BPBD berperan pada aspek mitigasi atau pengurangan risiko bencana atau musibah. Masalahnya, Kabupaten Bangka saat ini belum memiliki BPBD kabupaten yang berdiri sendiri. Pihaknya mendorong hal ini dilakukan segera.

"Salah satu kelemahannya memang, BPBD itu belum sampai ke kabupaten kota. Kantornya juga belum ada. Bangka itu masih bersatu dengan Pol PP, seharusnya dia berdiri sendiri, BPBD Bangka. Tahun ini mereka kan Perdanya selesai, tahun depan insyaallah terbentuk," beber Mikron

Menurut Mikron, keberadaan BPBD di kabupaten kota ini penting. BPBD kabupaten bisa membuat rencana kontijensi, rencana aksi, dan perencanaan mitigasi di daerah-daerah kunjungan wisata.

"Jadi misalnya jalur evakuasinya ke mana, batas berenangnya ke mana, ini kan perlu tanda-tanda. Selama ini kan baru sebatas swadaya masyarakat saja, banyak relawan yang terlibat di sana, dan diberdayakan. Artinya petugas yang memang ditempatkan di situ oleh Kabupaten Bangka di situ belum memadai, karena mungkin personelnya juga masih kekurangan," beber Mikron

Dia mengatakan, meskipun dikelola swasta, pemerintah melalui BPBD perlu terlibat dan berkoordinasi terkait mitigasi di kawasan wisata ini. "Perlu koordinasi, sehingga bisa dibuat perencanaan mitigasinya.

Kalau dilihat kejadian beberapa kali ini, kemudian di Palu dan Lampung Banten yang juga mengenai daerah wisata, itu kan juga tidak ada mitigasinya di daerah tersebut sehingga banyak korban di sana. "Babel kan juga tengah mengembangkan wisata, dan ini perlu," saran Mikron.

Menurutnya, jika telah berdiri nantinya, BPBD bisa menunjukkan eksistensinya di tempat-tempat wisata. "Ini terkait kesiapsiagaan dan pencegahan, karena kalau sudah kejadian seperti ini, ya mau bicara apa lagi, hanya berduka cita dan lain-lain. Maksud kami, perlu dicegah atau diminimalisasi," ucap Mikron.

Pantai Matras dan sekitarnya diakui sebagai kawasan wisata. Karena itu pantai tersebut kerap didatangi banyak wisatawan.

Setelah kejadian pada lebaran Idulfitri 1440H, terbaru arus Pantai Matras menyeret dua korban. Satu di antaranya sempat hilang lalu ditemukan dalam kondisi meninggal dunia.

Satu di antara faktor rawannya Pantai Matras dan sekitarnya adalah karena letaknya yang dinilai berhadapan langsung dengan Laut Cina Selatan.
"Perlu diwaspadai. Perlu ada penjaga pantai, dan nanti perlu semacam tower seperti di baywatch itu. Dan harus stand by, harus siap dan diwaspadai," katanya. (Bangkapos.com/Dedy Qurniawan).

Penulis: Dedi Qurniawan
Editor: nurhayati
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved