Berita Pangkalpinang

Pembangunan Jembatan Bangka-Sumatera Sepanjang 15 Km Butuh Dana Rp 20 Triliun

Panjang jembatan diperkirakan akan mencapai 15 kilometer dan akan menelan dana sebesar Rp 20 triliun.

Pembangunan Jembatan Bangka-Sumatera Sepanjang 15 Km Butuh Dana Rp 20 Triliun
Bangkapos.com/Dedy Qurniawan
Kepala Dinas PUPR Babel Noviar Ishak 

BANGKAPOS.COM-- Jika wacana jembatan penghubung Bangka-Sumatera masuk dalam Proyek Strategis Nasional (PSN) jadi dibangun, maka proyek ini akan menjadi proyek multi years. Panjang jembatan diperkirakan akan mencapai 15 kilometer dan akan menelan dana sebesar Rp 20 triliun.

"Jika mencontoh Suramadu, per kilometer itu sekitar Rp 1,5 T. Berarti sekitar Rp 20 Triliun kurang lebih," kata Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kepulauan Bangka Belitung, Noviar Ishak, Jumat (12/7/2019).

Untuk itu, UPR Babel saat ini tengah melakukan kajian Pra Feasibility Study (Pra FS) jalur penggubung Bangka-Sumatera. "Ini masih jalan. Pra FS ini dibuat untuk back up data dukungan tim (perceptan yang akan dibentuk) ke Presiden, agar bisa masuk ke Proyek Strategis Nasional (PSN). Kalau ini sudah masuk PSN, selanjutnya ini menjadi urusan pusat untuk melakukan kajian-kajian teknis," jelas Noviar.

Pada kajian yang dilakukan PUPR, sebenarnya ada tiga titik di Bangka yang menjadi alternatif jalur penghubung Bangka dan Sumatera. Masing-masing adalah Kundi (Bangka Barat), Tanjungpura (Bangka Tengah) dan Sebagin (Bangka Selatan)

Dari ketiga alterantif itu, Kepala Dinas PUPR Babel Noviar Ishak menyebut, alternatif yang paling mungkin memang adalah Sebagin (Basel). "Karena yang paling dekat itu Sebagin-Selapan (OKI), itu 15 km," ujarnya.

Tiga alternatif ini menjadi bagian dari pra FS yang tengah dilakukan. Selain jembatan, kajian awal ini sebenarnya juga memperhitungkan peluang membangun terowongan.

"Walaupun pada akhirnya dari beberapa alternatif ini, jembatan lah yang paling memungkinkan untuk dilakukan," kata Noviar.

Jembatan penghubung dinilai akan berdampak positif bagi kedua daerah. Menurut Noviar, ini akan membuka akses Babel ke trans-Sumatera.

"Karena harus diakui beberapa kebutuhan dan komoditas kita dipasok dari Sumatera, bolak-balik lah ya, tetap harus dibuka jalur ini. Wisata sudah pasti," ucap Noviar.

Gubernur Serius

Sebelumnya, Kepala Bappeda Sumatera Selatan Ekowati Retnaningsih menyatakan, Sumsel merespons positif wacana jembatan penghubung Bangka dan Sumatera. Ini disampaikan Ekowati seusai rapat bersama Pemprov Babel di Ruang Tanjungpendam, Kantor Gubernur Babel, Jumat (12/7/2019).

Rapat itu merupakan tindak lanjut pembicaraan kedua kepala daerah pada rapat koordinasi gubernur di Bengkulu, baru-baru ini. "Dengan adanya jembatan ini nanti sebagai konektivitas antar pulau antara Bangka dan Sumatera, tentunya ini akan memberikan manfaat bagi kedua belah pihak," kata Ekowati.

Ekowati menyatakan, seperti halnya Gubernur Babel Erzaldi Rosman, Gubernur Sumsel Herman Deru pun serius dengan wacana jembatan yang akan menghubungkan daratan dua daerah yang pernah bergabung dalam satu provinsi ini. "Sehingga beliau menugaskan kepada kami untuk membentuk tim bersama untuk percepatan pembangunan jembatan ini. Ini proyek besar," kata Ekowati.

Tim percepatan nantinya akan bekerja menyiapkan segala hal. Tujuannya, mendorong agar proyek ini masuk dalam Proyek Strategis Nasional (PSN) dan Rencana Jangka Panjang Menengah (RPJMN) Nasional tahun 2019-2024. (Bangkapos.com/Dedy Qurniawan)

Penulis: Dedi Qurniawan
Editor: nurhayati
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved