Berita Pangkalpinang

Wacana Pembangunan Jembatan Bangka-Sumatera, Pro dan Kontra Itu Biasa

Kabar wacana jembatan penghubung Bangka-Sumatera selalu menyedot perhatian warganet Bangka Belitung.

Wacana Pembangunan Jembatan Bangka-Sumatera, Pro dan Kontra Itu Biasa
Bangka Pos/Krisyanidayati.
Kepala Dinas PUPR Babel, Noviar Ishak. 

BANGKAPOS.COM-- Kabar wacana jembatan penghubung Bangka-Sumatera selalu menyedot perhatian warganet Bangka Belitung. Pada akun Facebook Bangka Pos misalnya, pada hampir setiap berita ini diposting, para warganet ramai-ramai berkomentar.

Beberapa di antaranya ada yang mendukung. Tetapi banyak juga yang kontra dengan alasan kurang bermanfaat dan khawatir akan berbagai dampak negatif akibat terbukanya akses jalur darat ke dan dari Pulau Bangka.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dab Penataan Ruang (PUPR) Kepulauan Bangka Belitung Noviar Ishak menyadari itu. Dia menyatakan, pro dan kontra sebagai hal yang biasa. "Pro kontra itu biasa. Malah saya bingung kalau setuju semua. Tidak apa-apa," kata Noviar Ishak, Jumat (12/7/2019)

Pihaknya sendiri telah menyebarkan kuesioner kepada 10 ribu responden di Bangka Belitung dan Sumsel mengenai ini. Survei yang di antaranya juga disebar lewat pesan Whats App ini menanyakan mulai dari umur, penghasilan, kebiasaan dan ke mana saja berkendara di Babel, serta menanyakan pilihan-pilihan masyakat berdasarkan perkiraan untung-rugi jika jalur penghubung ini terealisasi.

Anda yang berminat, bisa mengikuti survei tersebut dengan mengklik tautan ini : http://bit.ly/SurveiBangka

"Survei itu dari kami, kami minta pendapat masyarakat mengenai ini," kata Noviar.

Jika wacana jembatan penghubung Bangka-Sumatera masuk dalam Proyek Strategis Nasional (PSN) dan jadi dibangun, maka proyek ini akan menjadi proyek multi years. Panjang jembatan diperkirakan akan mencapai 15 kilometer dan akan menelan dana sebesar Rp 20 triliun.

"Jika mencontoh Suramadu, per kilometer itu sekitar Rp 1,5 T. Berarti sekitar Rp 20 Triliun kurang lebih," kata Noviar.

PUPR Babel saat ini tengah melakukan kajian Pra Feasibility Study (Pra FS) jalur penggubung Bangka-Sumatera. "Ini masih jalan. Pra FS ini dibuat untuk back up data dukungan tim (perceptan yang akan dibentuk) ke Presiden, agar bisa masuk ke Proyek Strategis Nasional (PSN). Kalau ini sudah masuk PSN, selanjutnya ini menjadi urusan pusat untuk melakukan kajian-kajian teknis,"  jelasnya.

Kepala Bappeda Sumatera Selatan Ekowati Retnaningsih menyatakan, Sumsel merespons positif wacana jembatan penghubung Bangka dan Sumatera. Ini disampaikan Ekowati seusai rapat bersama Pemprov Babel di Ruang Tanjungpendam, Kantor Gubernur Babel, Jumat (12/7/2019).

Rapat itu merupakan tindak lanjut pembicaraan kedua kepala daerah pada rapar koordinasi gubernur di Bengkulu, baru-baru ini. "Dengan adanya jembatan ini nanti sebagai konektivitas antar pulau antara Bangka dan Sumatera, tentunya ini akan memberikan manfaat bagi kedua belah pihak," kata Ekowati.

Ekowati menyatakan, seperti halnya Guberner Babel Erzaldi Rosman, Gubernur Sumsel Herman Deru pun serius dengan wacana jembatan yang akan menghubungkan daratan dua daerah yang pernah bergabung dalam satu provinsi ini. "Sehingga beliau menugaskan kepada kami untuk membentuk tim bersama untuk percepatan pembangunan jembatan ini. Ini proyek besar," kata Ekowati.

Tim percepatan nantinya akan bekerja menyiapkan segala hal. Tujuannya, mendorong agar proyek ini masuk dalam Proyek Strategis Nasional (PSN) dan Rencana Jangka Panjang Menengah (RPJMN) Nasional tahun 2019-2024. (Bangkapos.com/ Dedy Qurniawan)

Penulis: Dedi Qurniawan
Editor: nurhayati
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved