Berita Pangkalpinang

Parent Meeting Mutiara Harapan Islamic School, Pemaparan Sebelum Masuk Sekolah

Kegiatan ini memang dilaksanakan sebelum memasuki tahun ajaran baru, khususnya bagi orangtua

Parent Meeting Mutiara Harapan Islamic School, Pemaparan Sebelum Masuk Sekolah
Bangka Pos/Ira Kurniati
Parent meeting di Mutiara Harapan Islamic School, Sabtu (13/7/2019). 

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Dipenghujung libur sekolah, Mutiara Harapan Islamic School Pangkalpinang mengadakan parent meeting, Sabtu (13/7/2019). Kegiatan ini memang dilaksanakan sebelum memasuki tahun ajaran baru, khususnya bagi orangtua untuk mengetahui pemaparan informasi dan seputar program maupun kegiatan di sekolah untuk satu tahun kedepan.

Parent meeting diadakan selama dua hari terhitung sejak kemarin, mengundang semua orangtua siswa untuk datang ke sekolah yang beralamat di Jalan Kartini utama raya, Kelurahan Selindung baru.

Kepala sekolah Mutiara Harapan Islamic, Abdul Rahman, mengatakan, parent meeting merupakan agenda tahunan yang wajib diikuti oleh orangtua siswa. Penting dihadiri karena berkenaan dengan koordinasi antara pihak sekolah dan orangtua, juga saat pengambilan keputusan. Mereka juga diberi parent handbook yang didalamnya berisi panduan dan informasi, seperti perlengkapan yang dibawa, pengenalan sekolah, tata tertib dan jadwal kegiatan di sekolah.

"Diharapkan para orangtua setelah pemaparan program ini dapat sama-sama menjalankan tata tertib sekolah. Nanti ada agenda yang akan mereka ikuti bersama anak-anak. Mereka mudah-mudahan bisa meluangkan waktu dengan kita setelah dipaparkan program ini," ujar Abdul Rahman kepada bangkapos.com.

Abdul berharap dengan parent meeting, orangtua juga menerapkan tata tertib yang telah diatur oleh pihak sekolah. Sekolah ini memiliki tingkatan Taman Kanak-kanak (TK) dan Sekolah Dasar (SD). Penerimaan siswa SD tahun ini sebanyak 26 orang dan untuk TK ada 14 orang.

Seperti namanya, Mutiara Harapan Islamic School, sekolah ini tentunya menanamkan nilai keislaman kepada seluruh siswa. Selain itu juga menerapkan nilai karakter yang diajarkan oleh delapan orang guru. Tiap satu kelas dipegang oleh dua orang guru.

"lingkungan sekolah kami bikin agar anak-anak enjoy. Dengan melengkapi sarana prasarana nya, ada juga ruang bermain. Selain itu anak-anak diharapkan bisa menerapkan bahasa inggris. Ditiga bulan awal bagi anak baru, masih bisa menggunakan bahasa Indonesia tetapi tidak untuk bahasa daerah. Kami terapkan seperti itu. Selanjutnya, dibulan berikutnya anak-anak harus menggunakan bahasa inggris," tambah Abdul.

Dia mengatakan, pembelajaran di sekolah ini lebih kepada aktivitas dibandingkan teori. Pembelajaran juga digabungkan dengan menggunakan teknologi.

Abdul berharap dengan kehadiran Mutiara Harapan Islamic School yang baru berdiri 2018 lalu, dapat menjadikan lingkungan pendidikan yang lebih kreatif, khususnya kepada anak-anak.

(Bangka Pos / ira kurniati)

Penulis: Ira Kurniati
Editor: Ardhina Trisila Sakti
Sumber: bangkapos
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved