Berita Sungailiat

Menikmati Pemandangan TI Apung dan Perairan Tercemar di Pantai Takari Desa Rebo

Banyak sampah berserakan di bibir pantai serta limbah seperti cairan bekas oli sehingga membuat air menjadi hitam, terhampar disepanjang bibir pantai

Menikmati Pemandangan TI Apung dan Perairan Tercemar di Pantai Takari Desa Rebo
Bangka Pos/Riki Pratama
Pantai wisata Takari yang berada di Desa Rebo, Kecamatan Sungailiat Kabupaten Bangka, Provinsi Bangka Belitung ramai dikunjungi pada, Minggu (14/7/2019) siang. 

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Pantai wisata Takari yang berada di Desa Rebo, Kecamatan Sungailiat Kabupaten Bangka, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung ramai dikunjungi pada, Minggu (14/7/2019) siang.

Pantai yang memiliki garis pantai panjang ini, ramai dikunjungi oleh warga untuk berenang bermain air atau sekedar santai dipinggiran pantai sambil menikmati angin sepoi.

Namun sayang, pantai yang banyak ditumbuhi oleh pohon pinus ini dirusak pemandanganya oleh keberadaan tambang inkonvensional (TI) apung, yang tepat berada di depan perairan pantai Takari.

Keberadaan TI apung membuat wisata berbeda, ada pemandangan lainya yang bisa dinikmati di pantai Takari.

Tidak hanya keberadaan TI Apung, kondisi pantai juga terlihat kotor. Banyak sampah berserakan di bibir pantai serta limbah seperti cairan bekas oli sehingga membuat air menjadi hitam, terhampar disepanjang bibir pantai.

Namun, dengan kondisi tersebut masih ada saja warga yang mengajak anak-anaknya untuk mandi di perairan pantai yang diduga telah tercemar tersebut.

Kades Desa Rebo, Fendi, mengatakan pantai tersebut merupakan pantai yang dikelola oleh kelompok tani hutan pantai Takari. Sejak 2017 pantai Takari banyak dihiasi serta dibuat spot foto agar bisa menambah daya tarik untuk para wisatawan.

"Pantai tersebut masuk kawasan hutan lindung, dan dikelola oleh kelompok tersebut. Silakan untuk datang,"katanya.

Disinggung terkait kondisi pantai yang kotor, Kades Fendi mengatakan ketika ombak laut kuat, banyak sampah dari tengah terbawa arus hingga ke pinggiran pantai.

"Kalau gelombang kuat seperti itu, namun biasanya ada yang membersihkan oleh kelompok yang mengelolanya,"lanjutnya.

Sementara ditanya soal keberadaan TI apung yang menghiasi perairan pantai Takari, Fendi secara tegas mengatakan pihak desa tidak pernah memberikan izin adanya kegiatan tersebut.

"Kita tidak ada memberikan izin apapun,"tegasnya. 

(Bangka Pos/Riki Pratama)

Penulis: Riki Pratama
Editor: suhendri
Sumber: bangkapos
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved