Berita Pangkalpinang

Gara-gara Jaringan, Rekam Biometrik JCH Pangkalpinang Tertunda

Giliran JCH asal Kota Pangkalpinang, proses rekam Biometrik tersebut tidak bisa dilakukan karena terkendala jaringan.

Gara-gara Jaringan, Rekam Biometrik JCH Pangkalpinang Tertunda
Istimewa
Kepala Kantor Kemenag Kota Pangkalpinang yang juga bertugas sebagai Tim Pembimbing Ibadah Haji Indonesia (TPIHI) kloter 9 Embarkasi Palembang, H Abdul Rohim 

BANGKAPOS.COM, BANGKA - Proses rekam biometrik Jemaah Calon Haji (JCH atau Calhaj) Kota Pangkalpinang yang tergabung dalam Kloter 9 Embarkasi Palembang dijadwalkan akan dilaksanakan pada Minggu, (14/7) sesaat setelah kedatangan di Asrama Haji Palembang tertunda, karena terkendala jaringan.

Sebelum kedatangan JCH asal Kota Pangkalpinang, proses rekam Biometrik di Asrama Haji Palembang berjalan dengan lancar tanpa ada hambatan, namun giliran JCH asal Kota Pangkalpinang, proses rekam Biometrik tersebut tidak bisa dilakukan karena terkendala jaringan.

Kepala Kantor Kemenag Kota Pangkalpinang yang juga bertugas sebagai Tim Pembimbing Ibadah Haji Indonesia (TPIHI) kloter 9 Embarkasi Palembang, H Abdul Rohim menjelaskan, pihaknya telah mendapatkan laporan dari petugas terkait kendala yang dihadapi dalam proses rekam Biometrik ini.

"Pihak petugas juga sempat menawarkan alternatif pelaksanaan rekam biometrik dilakukan dengan mendatangkan pihak ketiga dari Tanggerang dan akan dilakukan pada pukul 23.00. WIB malam," kata Rohim.

Rohim mengungkapkan, sempat menolak alternatif yang ditawarkan tersebut dengan pertimbangan apabila rekam biometrik dilakukan pada pukul 23.00. WIB. malam, maka para JCH hanya mempunyai sedikit kesempatan untuk beristirahat, sementara Senin, 15 Juli pukul 04.00 WIB, para JCH sudah harus berada di Aula Asrama Haji kembali untuk persiapan keberangkatan menuju ke tanah suci.

"Proses rekam Biometrik untuk ratusan JCH tersebut diperkirakan memakan waktu paling cepat 3 jam, berarti bila dimulai pada pukul 23.00. WIB diperkirakan akan selesai pada pukul 02.00. WIB. Dan hal tersebut tentu akan membuat kondisi fisik JCH menurun dikarenakan kurangnya waktu istirahat," jelas Rohim.

Rohim menyarankan kepada pihak petugas bahwa rekam biometrik untuk JCH Pangkalpinang agar dilakukan di Madinah saja dengan pertimbangan demi menjaga kondisi kesehatan JCH.

"Saya berharap agar kedepannya Pemerintah dapat mempertimbangkan pengadaan alat rekam biometrik ini di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, sehingga proses rekam Biometrik ini dapat dilaksanakan di Asrama Haji Provinsi Kepulauan Bangka Belitung saja agar dapat lebih memudahkan para JCH asal Kota Pangkalpinang." tukasnya.

(Bangka Pos/Edwardi)

Penulis: edwardi
Editor: Ardhina Trisila Sakti
Sumber: bangkapos
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved