Berita Pangkalpinang

Inflasi Komoditi Ikan Menjadi Penyebab Garis Kemiskinan di Babel Tertinggi Nasional

Garis kemiskinan di Babel pada bulan Maret tahun 2019 sebesar 4,62 persen, menempati urutan terendah

Inflasi Komoditi Ikan Menjadi Penyebab Garis Kemiskinan di Babel Tertinggi Nasional
Bangkapos/Muhammad Rizki
Konfrensi pers tentang data garis kemiskinan di Babel 

BANGKAPOS.COM, BANGKA - Kepala BPS Babel Darwis Sitorus mengatakan garis kemiskinan di Babel pada bulan Maret tahun 2019 sebesar 4,62 persen, menempati urutan terendah sejak dimulai perhitungan dari tahun 2011.

"Jadi setiap tahun ada dua kali pengukuran, yaitu di bulan Maret dan di bulan September. Kalau kita bandingkan dari bulan Maret 2018 ke Maret 2019 penurunannya cukup signifikan," ujar Darwis, dalam konferensi pers, Senin (15/7).

Ia memaparkan, melihat perkembangan penduduk miskin di Babel terjadi penurunan jika dilihat dari bulan September 2018-Maret 2019 sebesar, 1.500an orang. Yaitu dari 69.930an menjadi 68.380an orang.

Lebih lanjut Darwis menjelaskan persentase penduduk miskin di perkotaan dan di pedesaan, pada bulan September 2018-Maret 2019, terjadi penurunan penduduk miskin di wilayah pedesaan, dari 7,16 persen menjadi 6,79 persen. Sebaliknya persentase penduduk miskin mengalami peningkatan di perkotaan, dari 2,78 persen, meningkat menjadi 2,85 persen.

Namun secara keseluruhan, persentase tersebut menurun dari 4,77-4,62 persen.

"Jadi kalau kita lihat disparitas kemiskinan perkotaan dan pedesaan memang semakin mengecil, dibandingkan dengan kondisi di tahun-tahun sebelumnya," ujarnya.

Secara nasional, lanjutnya, Babel dari tahun ke tahun selalu menempati posisi 4 terbawah, setelah DKI Jakarta, Bali, dan Kalimantan Selatan. Sedangkan untuk posisi tertinggi ada pada provinsi Papua.

Namun jika kite melihat garis kemiskinan sebagai ukuran jumlah penduduk miskin, Babel merupakan provinsi dengan garis kemiskinan tertinggi secara nasional dengan Rp 677.717. Diikuti oleh DKI Jakarta, Kalimantan Utara.

Sedangkan yang terendah mayoritas berasal dari Sulawesi, seperti Gorontalo, Sulawesi Selatan, Sulawesi Barat, Sulawesi Tenggara.

"Saya tidak tahu apakah ini berurusan dengan ikan-ikanan karena di daerah Sulawesi harga ikan cukup murah. Sementara kita tahu persis pemicu inflasi yang terjadi di Babel, selalu berasal dari ikan," tukasnya.

Dan menurut Darwis itulah yang menjadikan garis kemiskinan di Babel menjadi yang tertinggi, dikarenakan inflasi di Babel masih cukup tinggi yang dipicu oleh harga-harga di komoditi ikan. (Bangkapos/Muhammad Rizki/R1)

Penulis: Muhammad Rizki
Editor: khamelia
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved