Berita Pangkalpinang

Ini Kata Erzaldi Soal Pro dan Kontra Jembatan Penghubung Bangka-Sumatera

Dia mengatakan, rencana ini nantinya pasti sudah didukung dengan berbagai kajian baik teknis maupun non-teknis seperti dampak sosialnya

Ini Kata Erzaldi Soal Pro dan Kontra Jembatan Penghubung Bangka-Sumatera
Bangka Pos/Dedi Qurniawan
Gubernur Bangka Belitung, Erzaldi Rosman 

BANGKAPOS.COM-- Gubernur Kepulauan Bangka Belitung Erzaldi Rosman mengatakan, keinginan Babel agar ada jembatan penghubung Bangka-Sumatera adalah demi pembangunan ekonomi Babel.

Dia mengakui wacana ini kerap menjadi pro-kontra di tengah masyarakat yang mengkhawatirkan dampak negatif keberadaan jembatan itu nantinya.

"Kalau misalnya ada pro-kontra, positif dan negatif, kegiatan apapun ada positif dan negatif. Masyarakat takut misalnya kriminalitas meningkat karena akses semakin terbuka, kan ada polisi. Kalau kriminalitas meningkat, ya berarti polisi tidak kerja. Tidak bisa Babel membangun kalau (masyarakat) takut-takut seperti itu," kata Erzaldi, Senin (15/7/2019).

Dia mengatakan, rencana ini nantinya pasti sudah didukung dengan berbagai kajian baik teknis maupun non-teknis seperti dampak sosialnya. "Analisa dampak sosial masyarakat kan juga diperlukan," katanya.

Erzaldi mengatakan, ia bersama Gubernur Sumsel Herman Deru sudah sepakat agar membentuk tim percepatan.

Tim kedua provinsi sudah bertemu baru-baru ini dan dalam waktu dekat akan bertemu Menteri PUPR dan Presiden RI Joko Widodo.

Erzaldi menambahkan, jembatan yang akan dibangun nantinya dirancang sedemikian rupa untuk pembangunan pembangkit listrik yang mengandalkan arus laut.

"Jadi di bawahnya ada turbin yang bisa digerakkan dengan arus. Ini baru rencana. Tidak bisa langsung besok, perlu proses," ucap dia.

Kabar wacana jembatan penghubung Bangka-Sumatera selalu menyedot perhatian warganet Bangka Belitung. Pada akun facebook Bangka Pos misalnya, pada hampir setiap berita ini diposting, para warganet ramai-ramai berkomentar.

Beberapa di antaranya ada yang mendukung. Tetapi banyak juga yang kontra dengan alasan kurang bermanfaat dan khawatir akan berbagai dampak negatif akibat terbukanya akses jalur darat ke dan dari Pulau Bangka.

Dinas PUPR Babel sendiri telah menyebarkan kuesioner kepada 10 ribu responden di Bangka Belitung dan Sumsel mengenai ini. Survei yang di antaranya juga disebar lewat pesan Whats App ini menanyakan mulai dari umur, penghasilan, kebiasaan dan ke mana saja berkendara di Babel, serta menanyakan pilihan-pilihan masyakat berdasarkan perkiraan untung-rugi jika jalur penghubung ini terealisasi.

Anda yang berminat, bisa mengikuti survei tersebut dengan mengklik tautan ini : http://bit.ly/SurveiBangka

Jika wacana jembatan penghubung Bangka-Sumatera masuk dalam Proyek Strategis Nasional (PSN) dan jadi dibangun, maka proyek ini akan menjadi proyek multi years. Panjang jembatan diperkirakan akan mencapai 15 kilometer dan akan menelan dana sebesar Rp 20 triliun.

PUPR Babel saat ini tengah melakukan kajian Pra Feasibility Study (Pra FS) jalur penggubung Bangka-Sumatera.

"Ini masih jalan. Pra FS ini dibuat untuk back up data dukungan tim (perceptan yang akan dibentuk) ke Presiden, agar bisa masuk ke Proyek Strategis Nasional (PSN). Kalau ini sudah masuk PSN, selanjutnya ini menjadi urusan pusat untuk melakukan kajian-kajian teknis," kata Kepala Dinas PUPR Babel Noviar Ishak beberapa waktu lalu. (bangkapos.com / Dedy Qurniawan)

Penulis: Dedi Qurniawan
Editor: khamelia
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved