Berita Pangkalpinang

Ungkapan Hati Orangtua saat Hari Pertama Masuk Sekolah, Ada yang Khawatir

Di Sekolah Dasar Negeri 28 Pangkalpinang, sejumlah orangtua siswa terlihat menunggu anaknya.

Ungkapan Hati Orangtua saat Hari Pertama Masuk Sekolah, Ada yang Khawatir
Bangka Pos/Ira Kurniati
Suasana kelas 1 SD Negeri 28 Pangkalpinang di hari pertama masuk sekolah, Senin (15/7/2019) 

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Di Sekolah Dasar Negeri 28 Pangkalpinang, sejumlah orangtua siswa terlihat menunggu anaknya. Ada yang mengintip lewat jendela kelas, menunggu di kursi depan kelas maupun berkumpul bersama para orangtua siswa lainnya.

Seperti yang dilakukan Lia, dia begitu antusias dari bangun tidur kemudian mempersiapkan keperluan anak pertamanya sekolah. Lia juga turut melihat anaknya mengikuti proses pengenalan di kelas. Dia mengaku, tidak ada kekhawatiran anaknya bakal tidak betah sekolah dan merengek untuk pulang, sebab anaknya dinilai mudah berbaur dengan orang baru, apalagi sejak bersekolah di taman kanak-kanak (TK), Lia hanya memantau selama tiga hari pertama.

"Sekelas dia juga ada teman pas TK kemarin. Ada tetangga kami juga. Jadi saya rasa dia betah lah. Lagi pula dari TK memang saya lihat untuk sekolah dia begitu semangat," ujar Lia kepada bangkapos.com, Senin (15/7/2019).

Menurut Lia, di hari pertama ini orangtua diperbolehkan mengantar hingga menunggu anaknya di lingkungan sekolah. Namun, keesokan hari nya orangtua hanya boleh mengantar jemput anak sampai gerbang saja.

Dia menuturkan, setelah pulang sekolah, para orang tua diminta untuk tidak pulang terlebih dahulu karena harus mengikuti rapat orang tuasiswa bersama pihak sekolah.

Begitu pun yang dirasakan Andi (35), dia tidak beranjak jauh-jauh dari kelas 1C, ruang kelas anaknya. Sesekali dia melihat proses pengenalan siswa dari pintu kelas yang terbuka. Meski merasa anaknya mampu bersosialisasi di hari pertama sekolah, Andi tetap saja ingin melihat bagaimana anak keduanya itu.

"Dari sebelum masuk sekolah dia selalu nanya-nanya kapan sekolah. Semangat dia. Jadi saya tidak khawatir lah ketika dia masuk SD. anak saya sebelumnya sudah TK, saya rasa dia sudah terbiasa bagaimana sekolah itu," kata Andi.

Namun berbeda dengan Sulastri, meski anaknya sudah terlebih dahulu duduk di bangku TK, tetap saja ada kekhawatiran dalam dirinya jika sang anak tidak bisa bersosialisasi dengan teman-teman baru nya. Anak perempuannya itu dinilai pendiam, apalagi jika bertemu dengan orang baru.

Untuk itu, dia rela tidak bekerja untuk hari ini demi melihat hari pertama masuk sekolah anaknya. Sulasti yang seharinya bekerja sebagai tukang cuci, menghentikan pekerjaannya hanya untuk mempersiapkan bekal dan keperluan anaknya sekolah. Begitu pun mengantar dan menunggu anaknya hingga selesai sekolah.

"Tetap ada khawatir walaupun dikit. Makanya saya lihat terus dia. Tapi ngintip-ngintip biar dia bisa fokus sama guru dan lihat teman-temannya. Semoga saja dia bisa melewati hari pertama untuk hari-hari selanjutnya," harap Sulastri.

(Bangka Pos / Ira Kurniati)

Penulis: Ira Kurniati
Editor: Ardhina Trisila Sakti
Sumber: bangkapos
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved