Berita Sungailiat

Selama 2019 PTSP Pemkab Bangka Keluarkan Sembilan Izin Pembangunan Tower

Sebanyak sembilan izin perusahaan yang telah dikeluarkan untuk mendirikan bangunan tower di Kabupaten Bangka.

Selama 2019 PTSP Pemkab Bangka Keluarkan Sembilan Izin Pembangunan Tower
Bangka Pos/Riki Pratama
Kepala Dinas Penanaman Modal, Pelayanan Perizinan Terpadu Satu Pintu dan UKM, Pemkab Bangka, Asmawi. 

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Kepala Dinas Penanaman Modal, Pelayanan Perizinan Terpadu Satu Pintu dan UKM, Pemkab Bangka, Asmawi mengatakan selama 2019 sebanyak sembilan izin perusahaan yang telah dikeluarkan untuk mendirikan bangunan tower di Kabupaten Bangka.

Ia mengatakan setiap mengelurkan izin, pihak PTSP mengacu pada aturan yang telah berlaku membuat izin mendirikan bangunan tower.

"Kita hanya mengeluarkan izin, terkait mengeluarkan izin IMB, kita tetap mengacu pada aturan ketika orang itu akan membangun suatu tempat perlakuan sama, tetap melihat persyaratan ada di mereka itu,"jelas Asmawi kepada wartawan, Selasa (16/7/2019).

Ia mengatakan selama ini berdasarkan aturan bahwa membangun tower harus sesuai persetujuan masyarakat di sekitar tower yang dibangun.

"Bila bicara itu, melihat bila ingin membangun sebuah tower bila direbahkan misalnya panjangya 50 meter harus di radius itu meminta persetujuan, warga dan harus ada bukti kepemilikan rumah,"lanjutnya.

Sementara terkait robohnya, tower yang ada di Nanggung pihak PTSP bisa saja melakukan pencabutan izin namun perlu bukti dan hasil investigasi dari pihak pihak yang menyatakan adanya permasalahan dan pelanggaran.

"Itu harus hasil investigasi, kita hanya tugasnya di administrasi dan perizinan, bila izin tidak lengkap, sudah tidak layak lagi melanggar didalam izin kita berhak mencabut,"ungkapnya.

Hasil Pemeriksaan Tiang Tower Roboh karena Patah di Sambungan

Patahan tiang tower yang menyebabkan ia roboh dan menimpa rumah warga yang berada di Jalan Nangnung, pada Senin (15/7/2019) dini hari kemarin.
Patahan tiang tower yang menyebabkan ia roboh dan menimpa rumah warga yang berada di Jalan Nangnung, pada Senin (15/7/2019) dini hari kemarin. (Bangkapos/Riki Pratama)

Kabid Perundang-Undangan Satpol PP Kabupaten Bangka, Achmad Suherman mengatakan bahwa hasil dari penyelidikan anggota PPNS dan Kasi Penyidik dan Pengawasan penyebab tiang roboh dan menimpa rumah warga karena terdapat patahan sambungan pada tiang tower.

"Kalau hasil penyelidikan aggota PPNS dan Kasi Penyidik dan Pengawasan, tiang tersebut patah disambungan, sehingga untuk kedepan akan kita pertimbangkan perizinan tersebut, harus ada perbaikan dan ganti rugi ke korban,"jelas Suherman kepada wartawan, Selasa (16/7/2019).

Ia mengatakan untuk perizinan, tower tersebut memiliki izin lengkap, bila terjadi musibah alam atau kelalaian seperti kasus ini pertanggungjawaban harus dilaksanakan oleh perusahaan.

"Anggota Pol PP sudah mengecek lokasi dan izinnya lengkap, kalau dari kita sebatas Perda, perizinan kalau kelalaian pengusaha atau musibah alam kita periksa dan minta pertanggung jawaban perusahaan. Masalahnya waktu sebelum izin keluar itu ada persetujuan warga yang terdampak, kalau tidak izin tidak bisa keluar, karena dampak ini bisa berakibat harta dan nyawa,"lanjutnya.

Ia menambahkan harus ada perawatan berkala dilakukan oleh perusahaan, agar kejadian seperti ini tidak terjadi kembali karena dampaknya, akan terkena ke masyarakat banyak.

"Ini lah kami dari Pol PP sering melakukan razia ke menara, karena dampaknya berbahaya. Bagi masyarakat yang berdampak. Apalagi perusahaan tersebut tidak melakukan perawatan secara berkala,"tegasnya

(Bangka Pos/Riki Pratama)

Penulis: Riki Pratama
Editor: Ardhina Trisila Sakti
Sumber: bangkapos
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved