Berita Pangkalpinang

Target Wali Kota Pangkalpinang Minimal Rp 200 M, Realisasi Pajak Rata-Rata Sudah Capai 50 Persen

Badan Keuangan Daerah Kota Pangkalpinang mencatat, penyokong pajak untuk pendapatan asli daerah rata-rata sudah mencapai 50 persen

Target Wali Kota Pangkalpinang Minimal Rp 200 M, Realisasi Pajak Rata-Rata Sudah Capai 50 Persen
Bangkapos.com/Ira Kurniati
Plt Kepala bakuda Pangkalpinang, Budiyanto 

BANGKAPOS.COM-- Badan Keuangan Daerah Kota Pangkalpinang mencatat, penyokong pajak untuk pendapatan asli daerah rata-rata sudah mencapai 50 persen di semester I tahun 2019.

Diantaranya sektor perhotelan, mampu mengumpulkan 50 persen untuk menambah PAD. Pajak hiburan 60 persen, reklame 50 persen, penerangan jalan 50 persen, dan sarang burung walet 50 persen, untuk pajak parkir 45 persen.

"Sudah cukup baik. Mudah-mudahan bisa ditingkatkan lagi diakhir tahun ini," kata Plt Kepala Bakeuda Pangkalpinang, Budiyanto kepada bangkapos.com, Selasa (16/7/2019).

Dia menuturkan, dimasa kepemimpinan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Pangkalpinang Molen-Sopian, menargetkan pajak dan retribusi tercapai minimal Rp 200 Milyar.

Untuk saat ini, Budiyanto mengaku, pajak dan retribusi masih belum mencapai diangka Rp 100 Milyar. Tahun 2018 lalu, pajak dan retribusi tercapai sekitar Rp 92 Milyar, untuk semester I tahun ini baru Rp 89 Milyar, dengan capaian pajak sebesar 50 persen dan retribusi diatas 50 persen.

"Ada peningkatan luar biasa dengan target yang diberikan kepala daerah. Saya optimis mencapai ini, namun harus didukung oleh beberapa OPD. Kami di Bakuda mengelola pajak dan beberapa OPD mengelola retribusi. Kami juga nanti akan mengkoordinir beberapa OPD terkait retribusi untuk meningkatkannya," papar Budiyanto.

Pihaknya akan melakukan upaya untuk meningkatkan pendapatan pajak dan retribusi, dengan membuat data baru untuk menggali potensi-potensi pajak dan retribusi yang ada di wilayah pemerintah kota Pangkalpinang.

Budiyanto menuturkan, tahun ini bakal ada tahun data untuk mendata potensi pajak dan retribusi. Strategi ini dimasukkan dalam APBD perubahan dan baru pertama kali dilakukan untuk mengejar target seperti yang diharapkan kepala daerah. (Bangkapos.com/irakurniati)

Penulis: Ira Kurniati
Editor: nurhayati
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved