Berita Pangkalpinang

BPJS Kesehatan Cabang Pangkalpinang Jawab Tudingan Direktur RSUP Dr. Ir. (H.C) Soekarno

RSUP Dr. Ir (H.C) Soekarno, Bangka Belitung, dr Armayani yang menyebut review Kemenkes RI atas tipe rumah sakit sebagai akal-akalan BPJS Kesehatan.

BPJS Kesehatan Cabang Pangkalpinang Jawab Tudingan Direktur RSUP Dr. Ir. (H.C) Soekarno
Tribunlampung/Eka
Ilustrasi - Petugas BPJS Kesehatan Cabang Bandar Lampung sedang melayani peserta JKN-KIS. 

BANGKAPOS.COM, BANGKA - BPJS Kesahatan cabang Pangkalpinang menanggapi tudingan Direktur RSUP Dr. Ir (H.C) Soekarno, Bangka Belitung, dr Armayani yang menyebut review Kemenkes RI atas tipe rumah sakit sebagai akal-akalan BPJS Kesehatan. Berdasarkan review Kemenkes RI terbaru, RSUP Dr. Ir (H.C) Soekarno turun dari tipe B ke tipe C.

Kepala Bidang SDM, Umum dan Komunikasi Publik BPJS Kesehatan cabang Pangkalpinang, Galih Mardi Ismiansyah mengatakan, tipe kelas Rumah Sakit diatur menurut aturan dan ketentuan yaitu Permenkes 56 Tahun 2014 tentang Klasifikasi dan Perizinan Rumah Sakit. Pada Permenkes tersebut terdapat syarat- syarat tentang penetapan klasifikasi dan kelas rumah sakit.

Dasar review kelas RS adalah Keputusan Kementerian Kesehatan Nomor HK 01.07/MENKES/373/2019 tentang pedoman review kelas Rumah sakit. Hal ini merupakan kewenangan Kementerian Kesehatan RI.

"Sehubungan dengan penurunan akreditasi RSUP Dr. (H.C) Ir Soekarno, ini murni merupakan kewenangan Kementerian Kesehatan RI yang melakukan review dan evaluasi terhadap kelas rumah sakit, dan tidak ada kaitannya sama sekali dengan pembayaran klaim BPJS Kesehatan," kata Galih, Rabu (17/7/2019).

Galih mengatakan, pihaknya justru mendukung Provinsi Babel memiliki RS standar tipe B sesuai dengan Permenkes nomor 56.

"Sehingga pasien bisa mendapat pelayanan kesehatan secara komprehensif tanpa harus keluar daerah. Selain kemudahan akses juga dapat meringankan beban biaya jika di rawat di luar daerah," ucap dia.

Sebelumnya Direktur Rumah Sakit Umum Provinsi (RSUP) Dr. (H.C) Ir Soekarno, Armayani tidak menyanggah jika berdasarkan review dan evaluasi dari Kemenkes RI terjadi penurunan tipe rumah sakit dari sebelumnya RSUP Dr. (H.C) Ir Soekarno mendapat predikat rumah sakit tipe B, namun kini turun ke tipe C.

Namun ia mengatakan jika penurunan tipe rumah sakit ini kental berbau politik, tanpa ragu Armayani mengatakan jika penurunan tipe rumah sakit ini hanya akal-akalan dari BPJS yang menurutnya saat ini sedang mengalami defisit Rp 19 Triliun.

"Jadi ada defisit BPJS 19 Triliun, dan kementrian keuangan ga mau bayar lagi defisit ini. Makanya BPJS mengakali penurunan tipe rumah sakit, karena kalau tipenya tinggi, nanti biayanya besar. Akal-akalan ini," ujar Armayani, Rabu (17/7) kepada bangkapos.com.

Bahkan Armayani mengumpamakan jika hal yang terjadi saat ini adalah episode terbaru dari "Cicak vs Buaya", dimana menurutnya yang menjadi cicak adalah kementrian kesehatan, dan BPJS yang berperan sebagai buaya.

"Cicak buaya jilid II, cicaknya kemenkes, buayanya BPJS," pungkas Armayani.

(Bangka Pos/Dedy Qurniawan/Muhammad Rizky)

Penulis: Dedi Qurniawan
Editor: Ardhina Trisila Sakti
Sumber: bangkapos
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved