Berita Pangkalpinang

Penyebab RSUP Ir.Soekarno Turun Tipe C, Diberikan Waktu 28 Hari Lakukan Perbaikan

Armayani mengatakan jika pihaknya diberikan waktu sampai dengan 28 hari ke depan untuk melakukan perbaikan.

Penyebab RSUP Ir.Soekarno Turun Tipe C, Diberikan Waktu 28 Hari Lakukan Perbaikan
Bangkapos/Edwardi
RSUP Babel Ir Soekarno 

BANGKAPOS.COM, BANGKA - Setelah diturunkannya tipe Rumah Sakit Umum Provinsi (RSUP) Dr. (H.C) Ir Soekarno dari tipe B ke tipe C, Direktur Rumah Sakit Umum Provinsi (RSUP) Dr. (H.C) Ir Soekarno, Armayani mengatakan jika pihaknya diberikan waktu sampai dengan 28 hari ke depan untuk melakukan perbaikan. Sehingga pihaknya sudah mulai mempersiapkan dokumen penyebab turunnya tipe RSUP Ir Soekarno.

Menurutnya satu diantara penyebab turunnya tipe RSUP adalah kelengkapan dokter spesialis seperti di penyakit dalam, RSUP masih kekurangan dua orang spesialis.

"Nanti kita tarik dari Bangka Barat atau Bangka Tengah untuk memenuhi kuota tersebut," ujar Armayani, Rabu (17/7) kepada bangkapos.com.

Lebih lanjut Armayani mengatakan jika sebenarnya masyarakat yang dirugikan imbas dari turunnya tipe RSUP tersebut. Seperti pelayanan kesehatan yang tidak bisa lagi dikerjakan sehingga rujukan tersebut harus ditindaklanjuti ke Palembang atau Jakarta.

"Biaya ke Jakarta mahal, satu pasien itu bisa bawa berapa orang, belum lagi sampai disana harus menginap dimana? Walaupun kita punya rumah singgah, tapi kan terbatas. Sampai di Jakarta juga belum tentu ditangani, antri lagi 2-3 bulan. Kan luar biasa ini," tegas Armayani.

Dalam waktu dekat Armayani mengatakan akan melakukan konsultasi, monitoring, dan evaluasi langsung ke Kemenkes.

Ia juga mengimbau kepada masyarakat jika pihaknya tetap memberikan pelayanan hingga 35 hari ke depan, karena penetapannya akan dilakukan dalam jangka waktu tersebut.

Direktur Rumah Sakit Umum Provinsi (RSUP) Dr. (H.C) Ir Soekarno, Armayani.
Direktur Rumah Sakit Umum Provinsi (RSUP) Dr. (H.C) Ir Soekarno, Armayani. (Bangka Pos/Muhammad Rizki)

Direktur Rumah Sakit Umum Provinsi (RSUP) Dr. (H.C) Ir Soekarno, Armayani tidak menyanggah jika berdasarkan review dan evaluasi dari Kemenkes RI terjadi penurunan tipe rumah sakit dari sebelumnya RSUP Dr. (H.C) Ir Soekarno mendapat predikat rumah sakit tipe B, namun kini turun ke tipe C.

Namun ia mengatakan jika penurunan tipe rumah sakit ini kental berbau politik, tanpa ragu Armayani mengatakan jika penurunan tipe rumah sakit ini hanya akal-akalan dari BPJS yang menurutnya saat ini sedang mengalami defisit Rp 19 Triliun.

"Jadi ada defisit BPJS 19 Triliun, dan kementrian keuangan ga mau bayar lagi defisit ini. Makanya BPJS mengakali penurunan tipe rumah sakit, karena kalau tipenya tinggi, nanti biayanya besar. Akal-akalan ini," ujar Armayani, Rabu (17/7) kepada bangkapos.com.

Bahkan Armayani mengumpamakan jika hal yang terjadi saat ini adalah episode terbaru dari "Cicak vs Buaya", dimana menurutnya yang menjadi cicak adalah kementrian kesehatan, dan BPJS yang berperan sebagai buaya.

"Cicak buaya jilid II, cicaknya kemenkes, buayanya BPJS," pungkas Armayani.

(Bangka Pos/Muhammad Rizki)

Penulis: Muhammad Rizki
Editor: Ardhina Trisila Sakti
Sumber: bangkapos
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved