Berita Sungailiat

Bantu Pemberdayaan Kesehatan Masyarakat, Saka Bakti Husada Kwartir Ranting Riau Silip Dilantik

Pihak Puskesmas Riau Silip menggelar upacara pelantikan Saka Bakti Husada Kwartir Ranting Riau Silip

Bantu Pemberdayaan Kesehatan Masyarakat, Saka Bakti Husada Kwartir Ranting Riau Silip Dilantik
Ist/Dinkes Kabupaten Bangka
Foto bersama usai pelantikan Saka Bakti Husada Kwartir Ranting Riau Silip pada Kamis, (18/7/ 2019) 

BANGKAPOS.COM-- Pihak Puskesmas Riau Silip menggelar upacara pelantikan Saka Bakti Husada Kwartir Ranting Riau Silip pada Kamis, (18/7/ 2019) siang.

Saka Bakti Husada merupakan Satuan Karya Pramuka yang dibentuk dengan tujuan melakukan pengabdian kepada masyarakat.

Saka Bakti Husada sebagai wadah pendidikan dan pembinaan bagi pramuka penegak dan pendega dalam bidang kesehatan yang dapat menjadi bekal untuk mengabdi pada masyarakat sehingga tercapai kemampuan hidup sehat bagi setiap warga.

Saka Bakti Husada meliputi enam Krida, yaitu Krida Bina Lingkungan Sehat, Krida Bina Keluarga Sehat, Krida Bina Obat, Krida Penanggulangan Penyakit, Krida Bina Gizi dan Krida Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS).

HM Bundiar, Ketua Kwartir Riau Silip mengimbau agar pengurus yang dilantik bisa meningkatkan dan memantau kondisi kesehatan lingkungan dan warga sekitar tempatnya berdomisili.

“Di bidang kesehatan peran serta masyarakat sangat dibutuhkan. Untuk itu perlu penggerakan masyarakat salah satunya melalui pembinaan Saka Bakti Husada. Keberadaan Saka Bakti Husada ini dapat membantu kinerja dalam pemberdayaan kesehatan masyarakat," jelas Bundiar, Kamis (18/7/2019).

Menurut Kepala Dinas kesehatan Kabupaten Bangka, diwakili Kasi Promkes Susilawati, dengan dibentuknya Saka Bakti Husada yang merupakan salah satu proses pemberdayaan masyarakat melalui UKBM/Upaya kesehatan bersumber daya masyarakat  sangat banyak peran SBH dalam 6 krida yang akan sangat bermanfaat bagi masyarakat.

"Contohnya penyakit yang sangat erat kaitannya dengan perilaku sehat adalah penyakit Demam Berdarah. Saat ini Demam Berdarah tidak hanya ada pada wilayah perkotaan tetapi juga sudah ada di wilayah pedesaan seperti di Desa Lumut. Dan ada beberapa kasus justru tertular dari lingkungan sekolah," jelas Susilawati.

Oleh karena itu, dia mengimbau agar anggota  pramuka bisa lebih memahami masalah seperti penyakit demam  berdarahi, mulai dari apa itu DBD, tempat perindukan nyamuk, masalah PSN dan 3 M plus yang nantinya bisa diterapkan di sekolah.

"Kemudian mengajak warga sekolah, bahkan warga masyarakat untuk melakukan pemberantasan sarang nyamuk dan 3 M plus agar Kasus DBD dapat ditanggulangi. Ini salah satu contoh kegiatan yang dapat dilakukan oleh Saka Bakti Husada," ungkap Susilawati.

Disampaikan dr Hery Rachmadoni selaku Ketua Mabisaka, kegiatan Saka Bakti Husada akan dilaksanakan pembinaan satu sampai dua  kali dalam sebulan, baik pelaksanaannya di Puskesmas Riau Silip sebagai Pangkalan atau di sekolah.

Pelantikan Majelis Pembimbing Saka Bakti Husada sebanyak 14 orang Mabisaka yang dilantik oleh H. M Bundiar, S.Pd dan Pelantikan Pengurus Saka Bakti Husada sebanyak 14 orang yang terdiri dari Pamong Saka dan Instruktur Krida yang dilantik oleh Ketua Mabisaka serta 24 orang Dewan Saka yang terdiri dari siswa dan siswi SMA Negeri 1 Riau Silip dan Madrasah Aliyah Nurul Ihsan Pangkal Niur Kecamatan Riau Silip. (Bangkapos.com/Riki Pratama)

Penulis: Riki Pratama
Editor: nurhayati
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved