Desa Cupat Tolak Pertambangan Bauksit, Kades Takut Terjadi Perpecahan

Kepala Desa Cupat Martaridi mengatakan jika masyarakat Desa Cupat merasa trauma jika harus ada aktivitas pertambangan di desa mereka

Desa Cupat Tolak Pertambangan Bauksit, Kades Takut Terjadi Perpecahan
bangka pos/Muhammad Rizki
Kepala Desa Cupat, Martaridi 

Desa Cupat Tolak Pertambangan Bauksit, Kades Takut Terjadi Perpecahan

BANGKAPOS.COM, BANGKA - Kepala Desa Cupat Martaridi mengatakan jika masyarakat Desa Cupat merasa trauma jika harus ada aktivitas pertambangan di desa mereka. Hal ini ia sampaikan pada saat audiensi dengan DPRD Provinsi Bangka Belitung, Kamis (18/07/2019)

Hal itulah yang mendasari Desa Cupat menolak keras jika harus ada pertambangan bauksit di desa mereka, Martaridi memberikan contoh pada tahun 2008 desa tetangga mereka sempat terpecah dikarenakan pro dan kontra terkait pertambangan bauksit tersebut.

"Kami kan trauma dengan kejadia di desa tetangga kami pada tahun 2008 silam, karena pro dan kontra tambang bauksit, dalam satu keluarga pun akhirnya terpecah belah. Kami takut akan seperti itu," ujar Martaridi, Kamis (17/7) kepada Bangkapos.com.

Menurut Martaridi tanpa izin, dan tanpa sepengetahuan warga PT Kentjana Sakti Indonesia (PT KSI), juga sudah pernah mengambil sample dari desa tersebut.

Sehingg ia dan warga Desa Cupat merasa perlu bergerak lebih cepat, dengan mendatangi DPRD Provinsi Babel untuk menyampaikan aspirasi mereka yang sudah mereka bahas sebelumnya pada saat musyawarah desa, hari Jumat (12/07/2019) lalu.

Penulis: Muhammad Rizki
Editor: Evan
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved