Honorer dan Eks SPG Jadi PSK Online, Tak Disangka Segini Tarifnya hingga Harus di Hotel Berbintang

Honorer dan eks SPG jadi PSK online, tarif hingga harus di hotel berbintang. Inilah hasil penelusuran praktik pelacuran di Kota Jambi, Provinsi Jambi

Honorer dan Eks SPG Jadi PSK Online, Tak Disangka Segini Tarifnya hingga Harus di Hotel Berbintang
TRIBUN MANADO/ANDREAS RUAUW
ilustrasi. Honorer dan Eks SPG Jadi PSK Online, Tak Disangka Segini Tarifnya hingga Harus di Hotel Berbintang 

Tribun berhasil menemui Jasmine lewat satu di antara aplikasi chatting.

Di aplikasi itu secara nyata ia menuliskan status 'open bo', sebuah kode yang berarti bisa diorder untuk cinta semalam.

Tak cuma status yang terang-terangan itu, ia juga mengunggah beberapa foto vulgar.

“Stay di sini,” tulisnya sebagai pelengkap bumbu penggoda pada foto itu.

"Kirain tadi abang ga jadi datang, soalnya banyak yang PHP," ucap Jasmine sambil bersalaman dengan jurnalis Tribun yang terpaksa menyamar sebagai pelanggan.

Penyamaran dilakukan karena sebelum ini tidak ada yang mau diajak bertemu untuk wawancara saat secara terang-terangan diajak wawancara terbuka.

Jasmine mengaku sekarang banyak yang PHP (Pemberi Harapan Palsu).

Calon tamu sudah janji akan datang setelah deal tarif kencan, tapi ditunggu malah tidak datang.

"Saya udah kenyang makan PHP, soalnya sudah sering banget," ucapnya sambil merapikan sprei.

Cekatan tangannya memindahkan beberapa barang dari atas springbed ke rak.

Tas warna merah, ponsel kecil dan sebuah handuk putih berpindah posisi.

Peraduan itu menjadi rapi.

Di kamar yang berada di lantai tiga itu akhirnya terungkap bagaimana modus baru para PSK yang menggaet tamunya melalui aplikasi di smartphone.

Mereka adalah para PSK online, sebab ordernya secara daring (online), dalam praktik pelacuran.

Jasmine yang mengaku berusia 23 tahun mengatakan, mereka lebih suka menunggu tamu di hotel berbintang.

Pertimbangan utama adalah faktor keamanan dan yang selanjutnya adalah aspek prestise.

Mereka merasa lebih berkelas beraksi di hotel berbintang daripada hotel kelas melati.

Tarif hotel yang mahal mereka siasati dengan cara berbagi kamar sesama rekan PSK.

Satu kamar bisa diisi 2 hingga 3 orang PSK.

Secara bergiliran tentu.

Siapa yang mendapat tamu maka dia yang memakai kamar.

Temannya akan menunggu di luar, biasanya di lobi hotel.

Temannya akan masuk lagi setelah tamu rekannya itu sudah meninggalkan kamar hotel.

Begitulah siklus kehidupan di kamar hotel itu mereka buat, supaya semua aksi mereka bisa berjalan lancar.

Bagi mereka, siklus seperti ini membuat untung semua pihak, termasuk tamunya.

"Tamu jadi lebih irit juga kan, soalnya dia gak perlu lagi booking kamar," katanya.

Tarif Rp 600 Ribu

Tarif terendah yang dipatok Jasmine untuk kencan singkat adalah Rp 600 ribu.

Pada saat menawarkan di awal kepada tamu yang ingin menggunakan jasanya, ia akan menyebut angka Rp 800 ribu.

"Biasanya tamu akan nawar. Tapi ada juga yang baik, gak nawar, langsung oke tarifnya segitu," kata dia.

Mengaku sudah 5 tahun tinggal di Kota Jambi, ia juga mengaku pernah menjadi SPG serta LC freelance.(tribun jambi)

Honorer dan Eks SPG Jadi PSK, Segini Tarifnya hingga Harus di Hotel Berbintang

Artikel ini telah tayang dengan judul Honorer dan Eks SPG Jadi PSK, Segini Tarifnya hingga Harus di Hotel Berbintang, https://makassar.tribunnews.com/2019/07/18/honorer-dan-eks-spg-jadi-psk-segini-tarifnya-hingga-harus-di-hotel-berbintang?page=all.

Editor: Edi Sumardi

Tags
honorer
SPG
Editor: Evan
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved