Berita Bangka Barat

Puluhan TI Apung dan Tiga KIP Beroperasi, Pantai Jerangkat Terancam Rusak Parah

Keindahan dan keaslian Pantai Jerangkat dan Pasir Panjang di Desa Ketap, Kecamatan Jebus, Kabupaten Bangka Barat bakal terancam rusak parah.

Puluhan TI Apung dan Tiga KIP Beroperasi, Pantai Jerangkat Terancam Rusak Parah
Istimewa
Puluhan ponton TI di Pantai Jerangkat

BANGKAPOS.COM--  Keindahan dan keaslian Pantai Jerangkat dan Pasir Panjang di Desa Ketap, Kecamatan Jebus, Kabupaten Bangka Barat bakal terancam rusak parah.

Lebih dari 40 unit TI Apung dan 3 unit Kapal Isap perlahan menggerus pesisir pantai tersebut. Padahal Pantai Jerangkat dan Pasir Panjang, merupakan destinasi wisata yang sangat menjanjikan.

Pantainya indah, pasirnya putih bersih dan airnya sangat jernih. Uniknya, pantai ini satu-satunya pantai yang memiliki batu pantai yang berwarna hitam, seperti batu besi.

Pantai Jerangkat di Desa Ketap, Kecamatan Jebus, Kabupaten Bangka Barat
Pantai Jerangkat di Desa Ketap, Kecamatan Jebus, Kabupaten Bangka Barat (Bangkapos.com/Hendra)

Namun sayang, keindahan pantai ini bakal lenyap. Puluhan alat tambang akan merusak pesisir pantai dan sebuah pulau batu kecil di depannya.

Tak hanya itu, areal tangkap ikan para nelayan setempat pun bakalan rusak. Padahal, tak jauh dari pantai kerap para nelayan menjaring ikan.

Ditemui harian ini, Ilyas nelayan Desa Ketap mengatakan kepada pihak desa mereka sudah melakukan rapat desa dan menolak keberadaan tambang tersebut.

Keberadaan tambang di sekitar Pantai Jerangkat, Pantai Panjang dan Bukit Penyabung sangat mengganggu dan merusak keindahan pantai.

“Waktu rapat desa beberapa waktu lalu kami sudah menolak ada TI Apung dan Kapal Isap disana. Tapi mau bagaimana lagi, kadesnya tidak mendengar. Malah mengizinkan adanya tambang disana,” kata Ilyas.

Hampir sebagian warga pun menurut Ilyas sudah menolak. Hanya beberapa yang menerima karena terlibat dalam kepengurusan tambang TI Apung.

“Sekarang ini kita nyarik ikan saja sudah susah. Pasirnya sudah berlumpur. Kalau dulu masih pasir, tidak jauh dari pantai kita mukat saja sudah banyak dapat ikan,” ujar Ilyas.

Diakuinya, nelayan bukan pekerjaan sehari-hari Ilyas. Terkadang selain nelayan dia juga berkebun disekitar Desa Ketap.

Terkait dengan adanya penolakan tambang, Kades Ketap Indra kepada harian ini, Kamis (18/7/2019) pun mengakuinya. Bahkan, dia selaku kades pernah mengundang pemuda dan masyarakat.

“Hasil dari notulen rapat dari audiensi itu mayoritas untuk menta internal panitia (tambang—red). Itu yang kita simpulkan saat itu,” ungkap Indra.

Dia menambahkan bahwa jumlah TI Apung yang beroperasi di Pantai Pasir Panjang sekitar Pantai Jerangkat sebanyak 40 lebih unit dan 3 unit Kapal Isap. TI apung dan Kapal Isap tersebut beroperasi tak jauh dari bibir pantai. (Bangkapos.com/Hendra)

Penulis: Hendra
Editor: nurhayati
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved