Idul Adha 2019

Hukum Orang yang Berkurban Memakan Daging Kurbannya Sendiri

Dianjurkan bagi seseorang untuk makan sebagian dari kurbannya dan memberikan yang lebih banyak sebagai sedekah.

Hukum Orang yang Berkurban Memakan Daging Kurbannya Sendiri
Bangka Pos/Krisyanidayati
Kemenag Babel mempersiapkan hewan kurban yang akan dibagikan kepada masyarakat sekitar di kantor Kanwil Kemenag Babel, Kamis (23/8/2018). 

BANGKAPOS.COM - Selain melaksanakan salat Ied, umat Islam juga bersama-sama menyembelih hewan kurban pada perayaan Idul Adha.

Hewan kurban tersebut berasal dari mereka yang mampu di mana nantinya dibagikan kepada orang-orang yang kurang mampu.

Lantas bolehkah si pekurban turut memakan daging kurban?

Dilansir TribunSolo.com dari laman konsultasisyariah.com, sebagian ulama menyatakan pekurban wajib makan sebagian hewan kurbannya.

Hal itu berdasarkan firman Allah dalam QS. Al Haj ayat 28.

فَكُلُواْ مِنْهَا وَأَطْعِمُواْ الْبَآئِسَ الْفَقِيرَ

artinya: "Makanlah darinya dan berikan kepada orang yang sangat membutuhkan."

Al-Qurthubi mengatakan kalimat "Makanlah darinya" merupakan sebuah perintah yang maknanya anjuran, menurut mayoritas ulama.

Dianjurkan bagi seseorang untuk makan sebagian dari kurbannya dan memberikan yang lebih banyak sebagai sedekah.

Meski begitu, mereka juga diperbolehkan bersedekah dengan seluruhnya atau memakan semuanya.

Halaman
1234
Editor: fitriadi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved