Berita Pangkalpinang

Kisah Mini Berhenti Dagang Makanan, Pilih Sembilan Tahun Jadi Perias Jenazah Dibayar Rp 400 Ribu

Mini, wanita yang sudah sembilan tahun terakhir ini bekerja sebagai seorang perias jenazah.

Kisah Mini Berhenti Dagang Makanan, Pilih Sembilan Tahun Jadi Perias Jenazah Dibayar Rp 400 Ribu
Bangka Pos/Muhammad Rizki
Mini Perias Jenazah 

BANGKAPOS.COM, BANGKA - Menjadi seorang perias adalah hal yang lazim di masyarakat kita terutama bagi kaum Hawa seperti merias pengantin, acara wisuda, dan kegiatan apa pun yang akan membuat orang yang dirias tampil beda dan lebih menarik.

Namun tren merias tidak hanya terbatas bagi orang masih hidup, namun orang yang sudah meninggal pun bagi beberapa kepercayaan perlu dirias di hari terakhir mereka. Ada sebagian orang yang memilih bekerja untuk menjadi seorang perias jenazah.

Ya perias jenazah, mendengarnya pun mungkin akan membuat bulu kuduk anda merinding namun tidak bagi Mini, wanita yang sudah sembilan tahun terakhir ini bekerja sebagai seorang perias jenazah.

Sudah tak terhitung berapa banyak jenazah yang ia pernah ia rias selama ia bekerja sebagai seorang perias jenazah.

"Waduh udah ga kehitung, bisa ribuan mungkin," ujar Mini, Kamis (17/7) saat dikunjungi bangkapos.com dikediamannya.

Bahkan dalam satu minggu Mini mengaku bisa merias 3-4 jenazah, namun ia mengatakan pernah juga tidak mendapatkan orderan untuk merias jenazah selama dua minggu.

Sebelum bekerja sebagai seorang perias jenazah, Mini mengaku jika ia adalah seorang pedagang makanan. Ia pertama kali menjadi seorang perias jenazah dikarenakan mendapat tawaran dari kerabatnya.

"Sebelumnya saya jualan lakso, pecel, makanan lah. Tapi ditawarin oleh bos saya buat jadi perias jenazah, ya saya ambil,"tuturnya.

Namun dikarenakan menghias jenazah lebih menguntungkan dari sisi keuangan, Mini akhirnya meninggalkan pekerjaan lamanya dan menekuni kegiatan barunya sebagai seorang perias jenazah.

Ia mengaku satu kali menghias jenazah ia bisa dibayar kisaran Rp 200 ribu-Rp 400 ribu. Angka yang cukup menggiurkan bagi Mini dibandingkan harus berjualan makanan setiap hari.

Namun tak jarang Mini menggratiskan jasanya jika ia merasa keluarga jenazah adalah orang yang kurang mampu. Ia mengaku jika sering merasa tidak tega jika harus menarik ongkos dari keluarga yang tidak mampu, di saat sedang dirundung duka.

(Bangka Pos/Muhammad Rizki)

Penulis: Muhammad Rizki
Editor: Ardhina Trisila Sakti
Sumber: bangkapos
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved