Berita Pangkalpinang

Seleksi Lelang Jabatan Sekda Babel Terus Berlangsung, Sahirman Gugur di Tahap Penulisan Makalah

Sekretaris Panitia Seleksi (Pansel) Sekda Babel mengatakan dari keenam peserta hanya satu peserta, ang tidak mengikuti tes penulisan makalah

Seleksi Lelang Jabatan Sekda Babel Terus Berlangsung, Sahirman Gugur di Tahap Penulisan Makalah
Dokumentasi Bangka Pos
Kepala BKPSDM Babel Sahirman Jumli di Kantor Guberur Babel, Kamis (11/7/2019). 

BANGKAPOS.COM, BANGKA - Tahapan seleksi terbuka (lelang jabatan) Sekretaris Daerah Kepulauan Bangka Belitung terus berlangsung. Setelah keenam kandidat mengikuti tes assessment pada Rabu (17/9) dan Kamis (18/9) kemarin. Hari ini Jumat (19/7/2019) ini, para kandidat mengikuti tahapan tes penulisan makalah.

Keenam kandidat Sekda Babel masing-masing Ferry Insani yang saat ini menjabat Kepala Bappeda Babel, Tajuddin (Kepala Dinas Perhubungan Babel), Naziarto (Analis Pengelola BMN (Barang Milik Negara) Setjen Kementerian Sosial RI). Kemudian ada nama Sahirman (Kepala BKPSDM Babel), Susanti (Kepala Badan Pemberdayaan Peremuan Perlindungan Anak, Kependudukan Pencatatan Sipil dan Pengendalian Penduduk dan KB Kepulauan Babel), dan Yanuar (Asisten Bidang Ekonomi dan Pembangunan Setda Babel).

Sekretaris Panitia Seleksi (Pansel) Sekda Babel, Zayadi Hamzah mengatakan dari keenam peserta, hanya satu peserta, yakni Sahirman yang tidak mengikuti tes penulisan makalah.

"Otomatis gugur," kata Zayadi, Jumat (19/7/2019).

Tahapan tes akan terus belangsung. Pada 25 Juli dan 26 Juli ini para kandidat akan mengikuti tes kejiwaan dan kesehatan di kantor BKPSDM Babel.

Pada tes kejiwaan, para kandidat akan disodorkan ratusan pertanyaan terkait kepribadian peserta, sementara pada tes kesehatan para kandidat akan menjalani medical check up. Zayadi mengatakan kedua tes ini bersifat prinsip dalam lelang Sekda Babel.

"Ini prinsip. Karena kalau peserta ada penyakit yang tergolong berat, maka ini akan mengganggu atau tidak bisa menjalankan tugas. Tes kejiwaan ini terkait karena seorang Sekda harus mudah berinteraksi kepada siapa saja, tidak egois dan sebagainya-sebagainya karena ia seorang pejabat publik," tutur Zayadi.

(Bangka Pos / Dedy Qurniawan)

Penulis: Dedi Qurniawan
Editor: Ardhina Trisila Sakti
Sumber: bangkapos
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved