Berita Pangkalpinang

SMP Negeri 1 Pangkalpinang Terapkan Pembelajaran Digital Melalui Rumah Belajar

Pembelajaran secara digital ini sudah mulai disosialisasikan dan diperlahan diterapkan sejak awal Mei lalu.

SMP Negeri 1 Pangkalpinang Terapkan Pembelajaran Digital Melalui Rumah Belajar
Bangka Pos/Ira Kurniati
Kepala sekolah SMP Negeri 1 Pangkalpinang, Ristina 

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- SMP Negeri 1 Pangkalpinang satu diantara sekolah yang sudah menerapkan pembelajaran digital melalui laman rumah belajar yang diusung Pustekkom Kemendikbud RI. Pembelajaran secara digital ini sudah mulai disosialisasikan dan diperlahan diterapkan sejak awal Mei lalu.

Kepala sekolah SMP Negeri 1 Pangkalpinang, Ristina mengatakan seluruh komponen sekolah guru, staf tata usaha dan siswa telah disosialisasikan untuk program ini.

Ristina menyebut pihaknya menunjuk guru TIK sebagai admin yang mengelola dan memandu mensosialisasikan penggunaan laman ini. Di SMP Negeri 1 baru tiga orang guru yang mendaftarkan akun untuk membuat kumpulan-kumpulan soal. Kedepan seluruh guru baik itu berstatus PNS maupun honorer diwajibkan memiliki akun dan tergabung dalam rumah belajar.

"Guru mata pelajaran membuat soal-soal yang menyesuaikan dengan konten di rumah belajar tersebut. Mereka juga buat itu menyesuaikan ini masuk pembelajaran semester I atau II. Nah mengenai kapan pembelajaran lewat rumah belajar ini ada jadwal nya dikasih tau sama guru mapel," ujar Ristina, Jumat (19/7/2019).

Dia menuturkan, jadwal menggunakan rumah digital diatur oleh guru mata pelajaran sehingga siswa sebelumnya diinfokan dapat membawa gadget dari rumah. Ristina mengatakan penggunaan rumah belajar tidak dilakukan setiap hari, pasalnya guru harus mempersiapkan silabus, menyesuaikan materi dan mengatur jadwal kapan menerapkan pembelajaran biasa atau menggunakan pembelajaran digital.

Ristina menilai penggunaan rumah belajar tentu memberikan sisi positif. Terlebih pada era digital saat ini yang mengharuskan update informasi bisa darimana saja dan kapan saja. Kendati melakukan pembelajaran melalui gadget. Namun cara ini tidak setiap hari dilakukan.

Pihak sekolah memiliki aturan tidak boleh membawa gadget. Apalagi ketika ada razia sekolah, murid yang lebih dari tiga kali ketahuan membawa gadget, alat elektronik tersebut akan disita sampai tamat sekolah.

Ristina menuturkan gadget hanya diperbolehkan dibawa saat guru mata pelajaran menginfokan pembelajaran melalui rumah belajar. Itu pun diperbolehkan hanya pada saat berlangsungnya pembelajaran. Sebelum dan sesudahnya gadget akan disimpan guru yang bertanggung jawab atas pelajaran tersebut.

"Tidak menutup kemungkinan buku yag disiapkan tidak bisa mengakomodir keperluan siswa. Dengan ada rumah belajar lebih luas dan mudah mencari pengetahuan juga. Belajar jadi bisa dimana saja, kapan pun, dengan siapapun. Bisa dapat informasi dengan guru tidak hanya dengan tatap muka selalu. Zaman sudah globalisasi kita harus mendapatkan dari mana saja, termasuk teknologi. Tetapi digunakan secara cerdas. Apa yang dicari tidak keluar dari etika dan norma yang berlaku," sambung Ristina.

Meski saat ini baru kelas 8 dan 9 yang menggunakan laman ini, kedepan untuk 7 pun akan diikutsertakan. Dalam waktu dekat, pihak sekolah juga akan melakukan workshop mengenai pemahaman penggunaan rumah belajar ini. Agustus ditargetnya semua siswa dapat mempergunakan secara maksimal.

(Bangka Pos/ Ira Kurniati)

Penulis: Ira Kurniati
Editor: Ardhina Trisila Sakti
Sumber: bangkapos
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved