VIDEO : Ditpolairud Polda Babel Bekuk Nelayan Pengebom Ikan

Kronologis penangkapan ini bermula laporan dari masyrakat yang resah akibat adanya aktifitas ilegal melakukan pengeboman ikan.

BANGKAPOS.COM, BANGKA-- Direktorat Polairud Polda Kepulauan Bangka Belitung membekuk pelaku pengeboman ikan di wilayah perairan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.

Otak pelaku pengeboman ikan, Rusli (51) ditetapkan sebagai tersangka dan dijerat dengan pasal berlapis dengan ancaman 10 tahun penjara dan denda Rp 1,2 miliar.

Barang bukti yang diamankan peralatan untuk bom ikan, 1 kapal, solar dan lainnya.

"Tersangka kita bekuk di perairan Belitung Timur saat merakit bom ikan di atas kapal. Dua anak buahnya juga kita amankan berstatus saksi," kata Kasubdit Gakkum Ditpolairud Kompol Nuryono mewakili Dit Polairud Kombes Pol M Zainul saat jumpa pers didampingi Kabid Humas AKBP Maladi, Kamis (18/7/2019).

Kronologis penangkapan ini bermula laporan dari masyarakat yang resah akibat adanya aktivitas ilegal melakukan pengeboman ikan.

Terkait hal tesebut Kapal KP XXVIII milik Direktorat Polairud Polda Kepulauan Bangka Belitung melakukan patroli diwilayah perairan Pulau Belitung. Di koordinat 02' 50' 807" S- 108' 17' 408" di perairan Manggar Belitung Timur,  tim polairud mencurigai 1 unit kapal yang hendak mencari ikan.

Kapal tanpa nama tersebut kemudian dicegat dan dilakukan pemeriksaan.

Saat anggota Polairud naik ke kapal nelayan tersebut didapati material untuk membuat bom ikan yang sedang diracik.

Rusli yang menjadi otak pengeboman ikan tersebut langsung dibekuk diatas kapal selanjutnya kapal dan ABK digiring ke Pangkalan Sandar Manggar Belitung Timur.

Selanjutnya dibawa ke Dit Polairud Polda Kepulauan Bangka Belitung di Pangkalbalam Pangkalpinang
Barang bukti yang diamankan antara lain bahan pembuat bom ikan berupa 4 kg potassium, 12 botol kosong, 29 kotak korek api lidi, busa penutup botol, amplas, 1 jeriken solar, sumbu dan alat lainya.

"Kegiatan pengeboman ikan ini sangat merugikan dan membahayakan selain merusak terumbu karang dan membunuh ikan ikan kecil juga dapat berakibat fatal bagi pelakunya serta orang lain disekitar," kata AKBP Maladi.(bangkapos.com/deddy marjaya)

Penulis: deddy_marjaya
Editor: fitriadi
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved