Ekspor Timah Tersendat, Belasan Smelter di Babel Tak Ekspor Sejak Januari 2019, Ini Kata Pengamat

Tersendatnya ekspor timah batangan dalam beberapa bulan terakhir ini, tidak harus menjadi alasan untuk mendesak pemerintah meninjau

Ekspor Timah Tersendat, Belasan Smelter di Babel Tak Ekspor Sejak Januari 2019, Ini Kata Pengamat
Bangkapos/Hendra
Ilustrasi Balok Timah-- Petugas PT BGR sedang melakukan pengecekan balok timah di ekspor. Ekspor Timah Tersendat, Belasan Smelter Swasta di Babel Tak Bisa Ekspor Sejak Januari 2019, Ini Kata Pengamat 

Seperti diketahui, belasan smelter swasta yang mengantongi ET Timah Batangan di Provinsi Bangka Belitung (Babel) tidak bisa melakukan ekspor sejak Januari 2019.

Data Sucofindo –lembaga yang bertugas melakukan verifikasi asal barang untuk ekspor timah—mencatat ekspor timah asal Babel hingga Mei 2019 sebanyak 26.000 metrik ton.

Sebelumnya, Plt. Kepala Dinas Pertambangan dan Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) Provinsi Babel, Rusbani, penurunan jumlah ekspor timah terjadi karena hanya PT Timah Tbk satu-satunya eksportir yang bisa melakukan kegiatan ekspor dan mampu memenuhi semua persyaratan yang diatur pemerintah, termasuk syarat memiliki CPI.

“Hanya PT Timah Tbk. yang memiliki CPI. Swasta lain belum ada,” kata Rusbani dalam Rapat Banmus DPRD Babel dengan Perwakilan Kementerian ESDM RI, Polda Babel, pihak Surveyor, Dinas Pertambagan dan Dinas Perdagangan Provinsi Babel, pertengahan Juni 2019 lalu.

Hal itu juga diakui oleh Ketua DPRD Provinsi Bangka Belitung Didit Srigusjaya. Menurutnya tidak ada larangan ekspor sama sekali.

“Hanya saja terkait dengan regulasi ekspor timah yang begitu ketat sehingga pengusaha smelter swasta tidak dapat melakukan ekspor.”

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Ekspor Timah Tersendat, Ini Kata Pengamat, https://www.tribunnews.com/bisnis/2019/07/21/ekspor-timah-tersendat-ini-kata-pengamat.

Editor: Sanusi

Editor: Evan
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved