Jemaah Haji Lansia dan Sakit Bergiliran Didorong Petugas Untuk Salat di Masjid Nabawi

Pembimbing Ibadah Jemaah Haji Kloter 9 PLM (asal Kota Pangkalpinang, Kabupaten Bangka Barat dan Kota Palembang), H Abdul Rohim

Jemaah Haji Lansia dan Sakit Bergiliran Didorong Petugas Untuk Salat di Masjid Nabawi
ist petugas haji
Petugas Kloter 9 PLM mendorong jemaah haji menggunakan kursi roda untuk salat berjamaah di Masjid Nabawi. 

Jemaah Haji Lansia dan Sakit Bergiliran Didorong Petugas Untuk Salat di Masjid Nabawi

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Pembimbing Ibadah Jemaah Haji Kloter 9 PLM (asal Kota Pangkalpinang, Kabupaten Bangka Barat dan Kota Palembang), H Abdul Rohim mengatakan ada 13 orang jemaah haji Kloter 9 PLM yang menggunakan kursi roda karena usia lanjut (lansia) dan sakit, sementara jumlah petugas kloter hanya 5 orang.

Karena itu petugas kloter secara bergiliran membantu mendorong kursi roda para jemaah haji lansia dan sakit tersebut untuk melaksanakan salat di Masjid Nabawi.

"Untuk para jemaah lansia dan yang sakit, kita gilirkan untuk salat ke Masjid Nabawi dengan cara didorong dengan kursi roda yang dilakukan oleh petugas kloter,” kata Abdul Rohim melalui pesan WA-nya, Minggu (21/07/2019).

Ditambahkannya, petugas kloter hanya 5 orang sementara harus melayani 442 jemaah haji dan yang berkursi roda ada 13 jemaah lansia dan sakit.

"Kita gilirkan jangan sampai ada jemaah haji yang lansia atau sakit ini tidak pernah atau tidak sempat salat di Masjid Nabawi," imbuhnya.

Dilanjutkannya, karena digilirkan maka petugas tidak mungkin untuk setiap saat membawa mereka setiap waktu salat ke Masjid Nabawi karena keterbatasan tenaga petugas kloter.

"Ada jemaah lansia yang menanyakan apakah bisa mengupah orang untuk mendorong jemaah haji yang mau salat, maka kami katakan di Kota Madinah ini sulit mencari orang yang mau mendorong jemaah haji dengan upah, karena sedikit mukimin (orang asli Indonesia yang bermukim di Kota Madinah) yang ada di kota Madinah dibandingkan di kota Mekkah," jelasnya.

Dilanjutkannya, kalau di Kota Mekkah banyak sekali mukimin yang bisa membantu mendorong kursi roda mulai dari hotel sampai ke Masjidil haram, tetapi di Masjid Nabawi ini sangat sulit menemukannya, itu juga kalaupun ada harganya pun mahal, terkadang sampai 200 riyal hanya untuk satu atau dua kali salat fardhu saja di Masjid Nabawi.

"Oleh karena itu mengingat perjalanan masih panjang dan khawatir tenaga fisik, stamina, bahkan mental jamaah haji terutama yang lansia dan yang beresiko tinggi semakin down, maka kami sebagai petugas kloter memberikan pelayanan dengan mengantarkan mereka untuk melaksanakan salat fardhu ke Masjid Nabawi sesuai dengan kemampuan dan stamina yang dimiliki para petugas kloter," tukasnya.

Dikatakannya, hari ini petugas Kloter 9 PLM baru saja menyelesaikan checking paspor di Kantor Muassasah Adilla di Kota Madinah ini dan berdasarkan hasil pengecekan paspor, jumlah jemaah dan paspor dalam kondisi cukup, tidak ada satu pun kekurangan, sehingga Insya Allah nanti hari Rabu, pukul 07.00 WAS pagi, jemaah dari kloter 9 PLM akan diberangkatkan dari Madinah menuju kota Makkah Al-Mukaromah.

“Secara umum kami gambarkan bahwa situasi terkini kota Madinahi semakin padat, mengingat kloter-kloter terakhir gelombang pertama sudah mendekati masa akhir kedatangannya, sehingga kalau salat berjamaah Maghrib, Isya dan Subuh di Masjid Nabawi terasa begitu padatnya,” imbuhnya.

Diungkapkannya, untuk jemaah haji Kloter 7 PLM, hari ini berangkat ke Kota Mekkah, dan kloter 8 PLM pada besok harinya,.
Sementara untuk kloter 9 PLM pada hari Rabu nanti akan ke kota Mekkah Al Mukaromah.

"Kami mohon doa dari semua sanak saudara di tanah air agar kami dan semua jemaah haji ini diberikan kekuatan, diberikan kemudahan dan diluaskan rasa.” harapnya.

(Bangkapos.com/Edwardi)

Editor: Evan
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved