Mengaku Khilaf, Oknum Polisi Polres Basel Meminta Maaf ke Bocah yang Dianiayanya

JAM oknum anggota Polres Bangka Selatan (Basel) yang diduga menganiaya DI (9) mengaku khilaf. Bahkan, oknum polisi ini sempat kembali menyambangi

Mengaku Khilaf, Oknum Polisi Polres Basel Meminta Maaf ke Bocah yang Dianiayanya
Bangka Pos / Anthoni Ramli
DI (9) bocah korban dugaan penganiayaan oknum anggota Polres Basel 

Mengaku Khilaf, Oknum Polisi Polres Basel Meminta Maaf ke Bocah yang Dianiayanya

BANGKAPOS.COM, BANGKA - JAM oknum anggota Polres Bangka Selatan (Basel) yang diduga menganiaya DI (9) mengaku khilaf.

Bahkan, oknum polisi ini sempat kembali menyambangi dan meminta maaf kepada DI.

Hal tersebut disampaikan, Ustazah Eva, yang kala itu bersama dua rekannya, Halimah dan Yuli berupa melerai dan meredam amarah JAM.

Upaya tiga ustazah tersebut membuahkan hasil. Amarah JAM padam, dan kemudian melepaskan bocah berusia sembilan tahun tersebut.

Namun, lantaran ketakutan, DI justrus menangis dan menolak permintaan maaf Jam tersebut. Bocah SD 16 Toboali tersebut, memilih berada dipelukan sang ustazah.

"Dia (JAM-red) sempat bilang saya khilaf, saya khilaf, dan dia juga sempat meminta maaf kepada anak itu (Di-red). Cuma mungkin karena takut tadi, jadi DI tetap dipelukan gurunya," ujar Eva ketika di Toboali, Bangka Selatan, Minggu (21/7/2019) siang tadi.

JAM Seret Bocah yang Pukul Putrinya

"Mana ayah kamu mana ayah kamu," cecar JAM seorang oknum anggota Polres Basel, seraya mengangkat leher DI (9) pelajar TPA di Toboali, Bangka Selatan, Rabu (17/7/2019) lalu.

JAM meluapkan amarahnya setelah mendapat laporan putri nya AI (9) menjadi korban pemukulan teman satu kelasnya, DI.

Halaman
123
Penulis: Antoni Ramli
Editor: Evan
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved