Breaking News:

Idul Adha 2019

6 Adab Rayakan Idul Adha Sesuai Tuntutan Nabi Muhammad SAW Lengkap Tata Cata Salat Id

Nabi Muhammad SAW telah mengajarkan umatnya bagaimana adab-adab saat merayakan Idul Adha.

Bangkapos.com/Riki Pratama
Umat Islam mendengarkan khutbah Salat Id pada perayaan Idul Adha 10 Dzulhijjah 1436 H di Alun-alun Taman Merdeka Pangkalpinang, Bangka Belitung, Kamis (24/9/2015). 

BANGKAPOS.COM -

Terdapat sejumlah adab saat Hari Raya Idul Adha.

Adab di Hari Raya Idul Adha bukan saja perihal menyembelih hewan kurban.

Seorang da'i di Banda Aceh, Ustadz Harits Abu Naufal, mengatakan kepada Serambinews.com, Nabi Muhammad SAW telah mengajarkan umatnya bagaimana adab-adab saat merayakan Idul Adha.

Berikut adab-adab Hari Raya Idul Adha yang dirangkum Tribun Wow.com, Jumat (17/7/2019):

1. Mandi dan Berhias sebelum Salat Idul Adha

Diriwayatkan oleh Ibnu Umar radhiyallahu 'anhu, Nabi Muhammad SAW selalu mandi sebelum berangkat Salat Id

Nabi Muhammad SAW juga mengenakan pakaian terbaiknya saat Hari Raya.

2. Tidak Makan sebelum Salat Idul Adha

Salat Ied Idul Adha, Rabu (22/8/2018) di Masjid Agung Sungailiat.
Jemaah salat Idul Adha di Masjid Agung Sungailiat Kabupaten Bangka, Rabu (22/8/2018). (Bangkapos.com/Nurhayati)

Umat Islam disunnahkan untuk tidak makan hingga salat Idul Adha selesai dilakukan.

Namun, saat salat Idul Fitri, umat Islam disunahkan untuk makan terlebih dahulu.

Hal itu sesuai dengan Hadist Riwayat Tirmidzi:

"Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam tidaklah keluar pada Hari Raya Idul Fitri sampai beliau makan dan tidaklah beliau makan pada Hari Raya Idul Adha sampai selesai salat".

3. Jumlah Rakaat Salat Idul Adha

Baik salat Idul Adha maupun salat Idul Fitri berjumlah dua rakaat.

Ibnu Abbas berkata, Nabi Shallallahu 'Alaihi wa Sallam keluar untuk Salat Ied Fitri (termasuk di dalamnya Idul Adha), beliau Salat dua rakaat.

Namun, Nabi Muhammad SAW tidak mengerjakan salat sebelumnya ataupun sesudahnya.

Kendati demikian, jika salat dilakukan di dalam masjid, maka umat Muslim disunahkan untuk melaksanakan salat Tahyatul Masjid.

4. Memperbanyak Takbir di Hari Raya Idul Adha

Takbir Hari Raya Idul Adha terbagi menjadi dua, yaitu takbir yang tidak terikat waktu dan takbir muqayyad atau takbir yang terikat waktu.

Takbir yang terikat waktu dilakukan saat 1 Dzulhijjah hingga waktu Ashar pada 13 Dzulhijjah.

Sedangkan, takbir muqayyad dilakukan setelah selesai Salat lima waktu yang dimulai pada 10 Dzulhijah sampai salat Ashar di hari ke-13 Dzulhijjah.

5. Mengucapkan Selamat (tahniah) pada saat Hari Raya

Diriwayatkan oleh Jubair bin Nufair, Nabi Muhammad SAW memberikan ucapan pada sesama saat Hari Raya.

6. Jalan Menuju Tempat Salat Idul Adha

Saat Salat Hari Raya, baik Salat Idul Adha dan Idul Fitri hendaklah menempuh jalur yang berbeda antara pulang dan pergi.

Jabir mengabarkan, Nabi Muhammad SAW selalu menempuh jalur pulang yang berbeda dengan jalur ketika ia berangkat.

Tata Cara Salat Idul Adha:

Dikutip dari Muslim.or.id, hukum salat Idul Adha adalah fardhu'ain.

Artinya wajib bagi setiap individu kaum muslimin.

Dalil yang menunjukkan hal ini adalah hadist Nabi shalallahu ‘alaihi wa sallam yang memerintahkan kaum wanita, bahkan termasuk pula wanita yang sedang haid, untuk menuju ke tempat pelaksanaan salat.

Selain itu, saat hendak melakukan salat, seorang muslim juga tidak memakan makanan sebelum salat Idul Adha.

Buraidah radhiyallahu’anhu mengatakan, “Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam tidak keluar menuju Salat ‘Idul Fithri sebelum makan terlebih dahulu. Adapun pada hari raya kurban, Beliau tidak makan sebelum pulang dari tempat salat kemudian memakan sembelihan beliau” (HR. Tirmidzi, hasan).

Ibnul Qayyim rahimahullah berkata, “Adapun pada hari raya ‘Idul Adha, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam tidak makan hingga Beliau pulang dari tempat salat kemudian makan dari sembelihan Beliau”

Sementara itu berikut tata cara salat Idul Adha:

SALAT ID -Jamaah Salat Idul Adha 1436 H mengikuti rangkaian pelaksanaan Salat Ied, di Halaman Kantor Gubernur Kepulauan Babel Airitam, Pangkalpinang pada Kamis (24/9/2015).
Jamaah Salat Idul Adha 1436 H mengikuti rangkaian pelaksanaan Salat Id di Halaman Kantor Gubernur Kepulauan Babel, Airitam, Pangkalpinang, Kamis (24/9/2015). (Bangkapos.com/ Emil)
  1. Dimulai dengan takbiratul ihram, seperti Salat yang lainnya.
  2. Pada rakaat pertama ditambah takbir tambahan (zawaaid) sebanyak 7 kali selain takbiratul ihram.
  3. Pada rakaat kedua ditambah takbir sebanyak lima kali.
  4. Dibolehkan mengangkat tangan ketika takbir tambahan sebagaimana yang dicontohkan sahabat Ibnu Umar radhiyallahu’anhuma.
  5. Tidak ada dzikir khsusus yang dibaca diantara takbir. Namun terdapat riwayat dari Ibnu Mas’ud radhiyallahu ‘anhu, Beliau mengatakan : “Di antara takbir, hendaklah memuji Allah”.
  6. Setelah selesai takbir tambahan, kemudian membaca Al Fatihah dan surat pilihan
  7. Dianjurkan untuk membaca suarat Qaaf pada rakaat pertama dan surat Al Qamar pada rakaat kedua. Atau bisa juga membaca surta Al A’laa dan Al Ghasiyah.

Idul Adha 2019 - Puasa Arafah, Jalan Kaki ke Masjid hingga Tak Makan Sebelum Salat Id

Sabda Rasulullah SAW, Berkurban saat Idul Adha Bisa Selamatkan Umat dari Kejelekan Dunia Akhirat.

Menjelang Idul Adha, Ini 5 Perbedaan Salat Idul Adha dan Idul Fitri, Tak Boleh Dilakukan dan Boleh

Pahala Berkurban dan Keutamaan Menyembelih Hewan Kurban Pada Hari Raya Idul Adha

Idul Adha, Hukum Kurban untuk Orang yang Sudah Meninggal, Ustaz Adi Hidayat Jelaskan Ini

Penulis: Mariah Gipty 

Artikel ini telahtayang di https://wow.tribunnews.com/2019/07/19/adab-adab-di-hari-raya-idul-adha-termasuk-disunahkan-tidak-makan-sebelum-salat

Editor: fitriadi
Sumber: TribunWow.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved